BPN Jelaskan Penggunaan Kata 'Bajingan' oleh Prabowo

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 10:32 WIB
BPN Jelaskan Penggunaan Kata 'Bajingan' oleh Prabowo Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto disebut geram dengan penguasa dan elite yang hanya mementingkan diri dan golangannya saja. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Suhendra Ratu Prawiranegara menjelaskan maksud ucapan 'bajingan' yang dilontarkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat kampanye terbuka pilpres 2019 di di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Menurut Suhendra, Prabowo geram dengan penguasa dan elite yang nyatanya hanya memikirkan diri sendiri dan golongannya, sehingga kata 'bajingan' itu bisa keluar saat orasi.

"Ini (bajingan) adalah diksi kegeraman seorang Prabowo Subianto yang melihat melencengnya pengelolaan negara dan maraknya korupsi di tangan penguasa dan elit," kata Suhendra kepada CNNIndonesia.com, Selasa (9/4).


Prabowo, kata Suhendra, mengkritik elit dan penguasa yang hanya sibuk mencari keuntungan pribadi dan golongan sehingga tidak memikirkan kepentingan yang lebih besar yakni kepentingan bangsa dan kemakmuran rakyat.


Suhendra menambahkan kegeraman tersebut bisa terlihat dari bukti-bukti kasus korupsi yang terus marak dilakukan oleh tokoh partai politik, pejabat publik, dan kalangan pemerintah.

"Operasi tangkap tangan (OTT) KPK adalah faktanya," kata Suhendra.

Selain itu, Prabowo juga geram karena melihat arah pengelolaan negara yang sudah melenceng dan salah arah seperti adanya oknum-oknum aparatur negara baik aparatur sipil negara (ASN), Polri, dan BUMN yang secara masif melanggar UU karena tidak jaga netralitas pemilu dan berpihak pada capres tertentu.

Atas dasar itu, BPN yakin, publik sudah tahu pihak bajingan yang dimaksud Prabowo tanpa harus menyebutkan satu persatu nama ataupun lembaganya.

"Jadi sebenarnya apa yang disampaikan Pak Prabowo ini hanya sebatas penyambung lidah kesimpulan yang ada dibenak dan pendapat publik, serta sudah menjadi perbincangan umum di tengah masyarakat," kata Suhendra.


Saat kampanye terbuka pilpres 2019 di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin (8/4), Prabowo menyindir kondisi Indonesia yang disebutnya sedang sakit karenaterjadi ketidakadilan, hingga penguasaan kekayaan oleh sekelompok orang dan elite yang dinilainya merusak.

Prabowo kemudian kembali menegaskan bahwa Ibu Pertiwi sedang 'diperkosa'. Dia lalu menyebut soal elite-elite Jakarta yang merusak Indonesia sebagai bajingan.

"Negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang, elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini, mereka adalah... ini boleh nggak bicara agak keras di sini, Pak?" kata Prabowo sambil menengok ke kursi di belakang keberadaan Prabowo berdiri untuk berorasi di atas panggung.

"Tinggal... tinggal 10 hari lagi deh, mereka adalah 'bajingan-bajingan'," ucap Prabowo yang disambut riuh massa.

[Gambas:Video CNN] (tst/DAL)