Polisi Investigasi Longsor Tambang Freeport Tewaskan 2 Orang

Antara, CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 11:01 WIB
Polisi Investigasi Longsor Tambang Freeport Tewaskan 2 Orang Ilustrasi kegiatan penambangan di PT Freeport Indonesia. (Foto: (Dok. Freeport)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Resor Mimika dibantu tim dari Polda Papua melakukan investigasi kasus kecelakaan di lokasi tambang PT Freeport Indonesia, Tembagapura yang merenggut korban jiwa dua pekerjanya pekan lalu.

Kapolres Mimika Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto di Timika, Rabu (10/4), mengatakan investigasi tersebut melibatkan pihak PT Freeport dan Tim Inspeksi Tambang Kementerian ESDM.

"Tim sementara sedang bekerja di Tembagapura. Investigasi dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab kecelakaan yang terjadi di area tambang PT Freeport pekan lalu itu," kata AKBP Agung seperti dilansir dari Antara.


Sedikitnya dua pekerja PT Freeport Indonesia ditemukan dalam kondisi meninggal pada Sabtu (6/4) setelah tertimbun material longsor di area tambang bawah tanah Ore Bin 6, jalur pengangkut bijih, Mile 74, Tembagapura.

Insiden longsor di area tambang bawah tanah Freeport itu terjadi saat sejumlah karyawan sedang melakukan perbaikan peralatan feeder yang mengalami kerusakan.

Sementara proses perbaikan peralatan berlangsung, tiba-tiba material bebatuan berjatuhan dan menimpa empat orang karyawan yang sedang bekerja.

Dua karyawan berhasil menyelamatkan diri hanya mengalami cedera ringan yaitu Meksy Kemuan dan Yohanis Yoku.

Sementara dua korban yang tewas adalah Taufiq Adnin Rasyad (40), jabatan Foreman DOZ-Ore Flow Ops dan Kawi Yanto Waroy (24) karyawan Ore Flow Support Crew. Keduanya tertimbun material longsor sejak Rabu (3/4).

Korban atas nama Taufiq Adnin Rasyad diketahui telah bekerja di PT Freeport selama lebih dari 20 tahun, sedangkan Kawi Waroy baru bergabung ke PT Freeport sejak Juli 2017.

Kedua korban telah dikebumikan di kampung halamannya masing-masing yaitu di Palopo, Sulawesi Selatan dan Sorong, Papua Barat.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan perusahaannya telah melakukan investigasi internal.

"Atas insiden ini kami telah mulai melakukan investigasi internal dan telah melaporkan kepada pihak lnspektur Tambang," kata Riza.

Riza mengatakan pihak manajemen Freeport terus mengingatkan seluruh karyawannya agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tempat kerja.

(wis)