Communication Officer Lokataru Foundation sekaligus pegiat Kamisan Ahmad Sajali mengatakan Jokowi harus berani membuat keputusan untuk mendukung meski bisa berdampak negatif bagi citra Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan itu berisi nama-nama aktor di balik penyerangan yang salah satunya diduga berlatar belakang jenderal.
Ahmad mengatakan 250 ribu orang tersebut adalah orang-orang yang peduli dan ingin negara menjunjung tinggi hak asasi manusia. Ahmad khawatir bila kasus Novel tak kunjung terungkap, akan ada ketakutan di masyarakat karena negara tidak mampu melindungi warga negara dari pelanggaran HAM.
"Ketakutan akan muncul, nama sebesar Novel saja tidak selesai bagaimana kalau nanti menimpa nama-nama lain," kata Ahmad.
Ahmad meyakini penuntasan kasus Novel tergantung pada kemauan pemerintah untuk mengungkap. Prosedur penegakan hukum sudah ada dan harus dijalankan dengan baik.
"Tinggal diungkapkan saja dan tinggal dijalankan metode penyelidikan, penyidikan, dan pengadilannya sehingga kita bisa di kemudian hari bisa tahu siapa aktor di balik kasus Novel dan motifnya," kata Ahmad.
"Sehingga kita bisa ciptakan sistem yang tidak korup dan ke depannya tidak mengganggu proses hukum yang sedang berlangsung di negara kita," ujar Ahmad. (jnp/wis)