Bawaslu: Kampanye Jokowi dan Prabowo Masih Libatkan Anak-anak

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 16:40 WIB
Bawaslu: Kampanye Jokowi dan Prabowo Masih Libatkan Anak-anak Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diduga melibatkan anak di bawah umur dalam kampanye terbuka Pilpres 2019.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyampaikan pelibatan anak dilakukan kedua paslon dalam masa kampanye terbuka atau rapat umum yang dimulai sejak 24 Maret 2019.

"Pelibatan anak di kampanye oleh paslon 01 empat kasus, dan 02 dua kasus," kata Afif di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Kamis (11/4).


Afif merinci pelibatan anak dalam kampanye Jokowi-Ma'ruf terjadi di Majalengka pada 26 Maret, Sleman pada 28 Maret, Goa pada 31 Maret, dan Palembang pada 7 April. Sementara pelibatan anak dalam kampanye Prabowo-Sandi di Batang pada 31 Maret dan Padang pada 2 April.

Jenis pelibatan anak di antaranya berupa kehadiran anak-anak dibawa orang tua ke lokasi kampanye dan nak-anak memakai atribut kampanye.

Afif menyebut selain dilakukan oleh kedua paslon, pelibatan anak dalam kampanye juga dilakukan oleh parpol. Total ada sebelas kasus pelibatan anak dalam kampanye yang ditangani Bawaslu.

Kasus-kasus itu saat ini sedang ditangani Bawaslu karena larangan melibatkan anak dalam kampanye tercantum pada Pasal 280 ayat (2) huruf K UU Pemilu.

"Saat ini sedang diproses oleh Bawaslu di kabupaten/kota tempat kejadian, persis ada sebelas," tutur Afif.

Di kesempatan yang sama, Komisioner KPAI Jasra Putra menyebut ada tren penurunan kasus pelibatan anak-anak dalam kampanye di Pemilu 2019.

Jasra menyebut saat ini tercatat ada 55 kasus pengikutsertaan anak dalam kampanye. Menurun dari Pemilu 2014 yang mencapai 249 kasus.

"Dari 55 kasus itu, 33 kasus ditemukan dalam kampanye pilpers. Kemudian untuk pileg itu ada sekitar 22 kasus dilakukan oleh caleg yang kampanye di daerah masing-masing," kata Jasra.

KPAI mencatat pelibatan anak di kampanye paling sering dilakukan oleh orang tua dengan alasan tak ada yang menjaga di rumah. Sebab itu, KPAI menyarankan peserta pemilu memfasilitasi orang tua yang membawa anak.

"Kami sudah minta ke parpol untuk menyediakan penitipan anak di sekitar lokasi, 100 sampai 200 meter. Nanti diisi oleh kegiatan yang edukatif untuk anak," ucap dia. (dhf/osc)