Mereka adalah para mantan pendukung Jokowi yang berpindah haluan ke kubu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Itu bisa dilihat dari gambar-gambar lainnya yang digantung bertuliskan 'Sorry, bro.. Kita pindah dukungan, Anda sudah gagal', 'Semua akan pindah pada waktunya', 'Projo Stop', hingga '#GueKapokPilihJokowi'.
Tak ketinggalan, mereka mencoret-coret kaos yang dipakainya yang diduga bekas kaos relawan Jokowi-JK berwarna putih berkerah kotak-kotak. Mereka menambahkan tulisan 'Mantan' dan '02.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang orator yang memegang pengeras suara mobil pun bersuara di tengah-tengah para peserta aksi. Ia menyatakan kekecewaannya soal pemerintahan Jokowi. Selain itu, ia juga mengajak peserta yang hadir untuk menyanyikan 'Gue Kapok Pilih Jokowi'.
Eks relawan Jokowi berkreasi dengan kaosnya terkait kekecewaan terhadap capres nomor urut 01 itu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Orang-orang ini aktivis yang akhirnya kita bergabung bersama Jokowi dan alhamdulillah menang karena memang pada waktu itu kan ada gagasan-gagasan Jokowi yang memang sesuai dan satu visi dengan gerakan-gerakan aktivis ini," tutur Jumhur, yang merupakan mantan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ini.
"Kalau sekarang saya pribadi dan teman-teman mengatakan rezim ini berbeda sekali dengan yang pernah saya bayangkan yang pro rakyat, pro petani, membatasi impor, misalnya pro kepada buruh kesejahteraan buruh dan sebagainya, itu ternyata berbeda faktanya," ia menambahkan.
Di samping itu, Jumhur menyebut tak ada lagi peraturan perbandingan pekerja asing dengan tenaga kerja lokal dalam satu perusahaan 1 berbanding 10.
"Artinya memang [pemerintah] memberi kesepakatan kepada pekerja asing untuk bekerja di Indonesia di saat kita memiliki jutaan pengangguran demi investasi dan itu hanya bisa dilakukan oleh negara yang frustasi negara yang miskin," ujar Jumhur.
Seorang peserta aksi menunjukkan dirinya dalam foto Tim Transisi bersama Jokowi-JK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Contoh Uighur orang-orang yang dianiaya, disiksa, tapi kita tidak memberikan sikap pada negara yang merdeka dan apa namanya supaya mendorong bangsa-bangsa kita enggak berani menantang itu," jelas Jumhur.
Dalam hal ekonomi, lanjutnya, Jokowi juga dinilai mengingkari tekadnya untuk tidak mengimpor.
"Jadi wajar kalo temen-temen semua pengen berbalik," tandas Jumhur.
Selain itu, ada eks pengacara pemimpin FPI Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, yang kini menjadi caleg PDIP; serta Ali Mochtar Ngabalin yang sebelumnya berada di pihak Alumni 212, yang kini masuk ke Kantor Staf Kepresidenan.
Di pihak 02, ada mantan menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK, seperti Tedjo Edhy Purdijatno, Ferry Mursyidan Baldan, hingga Rizal Ramli.
[Gambas:Video CNN] (sas/arh)
Eks relawan Jokowi berkreasi dengan kaosnya terkait kekecewaan terhadap capres nomor urut 01 itu. (
Seorang peserta aksi menunjukkan dirinya dalam foto Tim Transisi bersama Jokowi-JK. (