Mantan pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut mengaku sudah mencium berbagai kebohongan saat debat, namun dia tidak merincinya.
"Jadi mungkin itu tujuannya di-hack supaya minggu tenang Said Didu tidak melemparkan isu-isu. Karena memang tadi malam setelah debat capres saya menemukan beberapa kebohongan lagi dan rencana saya mau ngetweet kebohongan-kebohongan tersebut setelah debat capres," kata Said di bilangan Jakarta Selatan, Minggu (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akun Twitter itu sampai sekarang kelihatannya sudah sulit saya ambil alih, karena kelihatannya sudah diganti semua (password, email)," ucapnya.
Ia juga meminta kepada pihak yang menjadi regulator media sosial di Indonesia untuk bersikap netral.
"Saya akan tetap bikin akun media sosial yang nama saya asli. Tapi saya hanya menghimbau juga pengendali akun-akun di negeri ini bersikap netral karena rakyat muak dengan cara-cara ini," kata Said Didu. (ray/eks)