"Harus dibuka secara publik. Karena ini proses demonstrasi secara transparan, harus jujur dan adil, karena tidak mungkin kita melahirkan sebuah hasil demokrasi dengan proses yang tidak baik," ujar Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Maman Imanulhaq saat di temui di Jakarta Pusat, Senin (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berhadap enggak ada chaos. Siapa pun yang melakukan itu sangat berkhianat terhadap demokrasi," ujar dia.
Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan menilai kejadian seperti di Malaysia memalukan. Kisruh itu disebut Ferry membuat negara lain melihat bagaimana proses demokrasi berjalan di Indonesia.
"Di luar negeri sejak kejadian di Malaysia kita sudah warning karena itu memalukan, karena itu kan cermin atau etalase negara kita dalam berdemokrasi dan dilihat oleh negara lain," kata Ferry di tempat yang sama.
Ia juga meminta agar semua hak suara semua WNI terpenuhi. Jangan sampai ada yang tidak sempat memilih seperti terjadi di Sidney. Menurutnya hal ini merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
Ia pun sepakat dengan Maman agar proses investigasi dilakukan secara terbuka kepada publik dan dilakukan pemungutan suara ulang. (ani/wis)