Berita bohong yang dimaksud adalah laporan Allan soal strategi Prabowo Subianto melemahkan lawan-lawan politiknya jika terpilih sebagai presiden pada pilpres 2019 nanti. Allan merilis laporan itu di blog pribadinya, berjudul 'Notulensi Rapat Tertutup Prabowo Subianto dan Tim'.
"Besok akan kami laporkan. Kami juga meminta polisi untuk menangkap Allan Nairn yang saat ini ada di Indonesia. Karena sudah bikin hoaks di Indonesia," ujar Arief kepada CNNIndonesia.com dikonfirmasi pada Senin (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat yang dihadiri orang-orang lingkaran Prabowo, termasuk Fadli Zon dan Arief Poyuono itu disebut Allan membahas langkah konkret menghadapi sejumlah isu strategis seperti tuduhan Prabowo-Sandi mendukung khilafah, hingga balas dendam politik terhadap partai yang saat ini berkuasa.
"Perombakan besar-besaran di tubuh BIN akan mengarah pada agenda penyerangan terhadap lawan politik dan pelumpuhan kelompok HTI, FPI, JAD, dan yang setara dengan itu," tulis Allan dalam laporannya.
"Tugas lain dari BIN nanti adalah melemahkan partai koalisi untuk meningkatkan dominasi Gerindra dalam pemerintahan: PKS dan Partai Demokrat akan digembosi habis-habisan melalui berbagai kasus korupsi lama dan yang baru," demikian lanjutan laporan Allan.
Jurnalis independen Allan Nairn. (CNN Indonesia/Alvin Ramandey) |
Allan mengklaim mendapatkan informasi itu dari pihak intelijen. Di sisi lain, Arief Poyuono yang disebut hadir dalam pertemuan itu menyebut laporan Allan Nairn tak lebih dari hoaks alias berita bohong.
Arief mengaku sempat diwawancara oleh Allan pada 20 Maret 2019. Dalam wawancara itu Arief berkata Allan mengajukan banyak pertanyaan. Salah satunya soal rapat 21 Desember di Kertanegara.
"Dia tanya saya 'ikut gak?' Saya bilang enggak, karena memang enggak ada pertemuan 21 Desember itu. Kalaupun ada saya pasti ikut karena saya pimpinan dan orang dekat Prabowo," ujar Arief.
Dokumen aliran dana ke Allan Nairn. (Foto: dok.istimewa) |
"Dia memang ditugaskan oleh orang yang memesan dia. Oleh lawan politik kami. Orang masih ingat ketika Pilkada Jakarta dia bilang mau ada kudeta TNI, ternyata hoaks. Pilkada berjalan lancar dan damai," ujar Arief.
Allan sendiri sudah membantah tudingan Arief. Di akun twitternya, @AllanNairn14, Allan menyebut tim Prabowo mengirim ke pers nota palsu bank Singapura berisi transfer duit US$2 juta kepada dirinya.
"Saya anggap ini konfirmasi diam-diam Prabowo bahwa laporan itu akurat dan dia berusaha keras untuk mendiskreditkannya," tulis Allan.
[Gambas:Twitter] (ani/wis)
Jurnalis independen Allan Nairn. (CNN Indonesia/Alvin Ramandey)
Dokumen aliran dana ke Allan Nairn. (Foto: dok.istimewa)