"Polisi mewawancarai saya untuk menggali fakta bahwa Jenderal Hendropriyono berkata kepada saya, jika korban Talangsari bunuh diri. Sebenarnya itu (peristiwa Talangsari) adalah pembunuhan massal oleh pasukan Hendro, tapi dia bilang bunuh diri. Jadi saya sampaikan itu kepada polisi," jelas Allan ketika ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuduhan pencemaran nama baik muncul karena Hendropriyono mengatakan bahwa dia dan pasukannya tidak membunuh warga yang menjadi korban dalam peristiwa Talangsari.
Dalam pemeriksaan tadi, Allan juga menyerahkan bukti yang dia miliki berupa rekaman audio wawancara dirinya dengan Hendropriyono di Oktober 2014 silam.
"Rekaman sudah saya berikan polisi. Publik juga bisa dengar rekaman tersebut di website milik saya. Bisa didengar suara Hendro saat mengatakan bahwa orang-orang itu bunuh diri," jelas Allan melanjutkan.
Dalam situs pribadi miliknya, www.allannairn.org, Allan memang telah mengunggah rekaman suara dan transkrip wawancara antara dirinya dengan Hendropriyono. (meg)