Zulkarnain menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan 11.985 personel untuk mengamankan total 25.326 TPS yang ada di Sumsel sejak Minggu (14/4) kemarin.
Untuk TPS aman, Polda Sumsel menugaskan dua personel untuk menjaga 5-8 TPS dengan berpatroli keliling, yang dibantu oleh personel TNI serta Linmas. Namun untuk setiap TPS rawan akan dijaga masing-masing oleh dua personel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini tidak ada masalah dalam penyaluran [logistik]. Saya juga sudah pantau langsung penyaluran di TPS yang ada di kawasan perairan seperti Kecamatan Makarti Jaya, Banyuasun," jelas dia.
Sementara itu, Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana menjelaskan paling lambat satu hari sebelum pencoblosan seluruh logistik, mulai dari surat, kotak, dan bilik suara sudah tiba di TPS.
Meski begitu, dia mengakui masih ada beberapa kendala seperti kurangnya surat suara. KPU Sumsel sudah menindaklanjuti hal tersebut untuk segera diakomodasi setiap kekurangan.
"Kita targetkan partisipasi masyarakat untuk mencoblos hingga 77,5 persen dari total 5.883.340 jumlah daftar pemilih tetap," ungkap dia.
Pihaknya pun mewaspadai potensi praktik politik uang. Dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan juga akan keliling kampung untuk memantau potensi pelanggaran pemilu di sejumlah daerah. (idz/osc)