Afif menyampaikan rapat dilakukan dengan melibatkan lima orang anggota Bawaslu. Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dan Fritz Edward Siregar telah merampungkan lawatan ke Malaysia dalam rangka investigasi.
Rapat pleno Bawaslu, kata dia, merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Senin (15/3) sore. Afif menyebut rapat tersebut sekaligus membahas polemik pemilu di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pleno internal Bawaslu khusus bahas pelaksanaan pemilu luar negeri," ucapnya.
Sebelumnya, puluhan ribu surat suara tercoblos untuk pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan Partai Nasdem ditemukan di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Diperkirakan jumlah surat suara yang berada di lokasi pertama sejumlah 10-20 ribu buah dan jumlah yang kurang lebih sama juga berada di lokasi kedua," kata Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana dalam keterangan tertulis, Kamis (11/4).
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate juga telah meminta KPU membongkar pihak yang ada di balik isu surat suara tercoblos tersebut.
"Kami minta penyelenggara pemilu untuk sampaikan siapa sebenarnya sih kriminalnya? Siapa yang melakukan pelanggaran pemilu secara masif? Dibuka itu kepada publik sehingga jelas," ucap dia, saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Senin (15/4).
Adapun pemungutan suara di Malaysia telah digelar pada Minggu (14/4) di lima titik PPLN yakni Johor Baru, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching, dan Penang. Sebanyak 550 ribu WNI terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). (ain/ain)