Adapun keempat orang yang diamankan yakni seorang Caleg DPRD Provinsi Sumut Dapil 8 Kepulauan Nias dari Partai Gerindra nomor urut 5 bernama Damili R Gea alias Ama Wahyu (54). Damili juga menjabat Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga di Nias.
Sedangkan tiga orang tim sukses yang diamankan masing-masing Meliedi Harefa alias Ama Wiwin (37), Kesaktian Telaumbanua alias Kesa (18), dan Fatolosa Lase alias Ama Eva (55) warga Desa Berua Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Bawaslu Kota Gunungsitoli dan selanjutnya mengikuti 1 unit sepeda motor yang keluar dari Posko Relawan Damili yang dikendarai Meliaedi Harefa alias Wiwin berboncengan dengan Kesaktian Telaumbanua alias Kesa.
Saat berada di Simpang Jalan Sisingamangaraja (simpang Tandrawana) sepeda motor tersebut diberhentikan. Dari dalam jok sepeda motor tersebut ditemukan 1 blok uang sebesar Rp20 juta dengan pecahan Rp20 ribu.
Polisi kemudian mendatangi Kantor Posko Relawan dan bertemu langsung dengan Damili R Gea. Damili diklaim mengakui telah menyerahkan uang kepada Fatolosa Lase sebesar Rp60 juta untuk keperluan pemilihan dirinya sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Lebih lanjut, polisi juga berhasil menangkap Fatolosa Lase alias Ama Eva yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor dan mengamankan uang Rp40 juta.
Dari pengakuan tersangka, uang tersebut akan dibagikan kepada pemilih di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur dengan jumlah pemilih sebanyak 2.400 orang.
"Uang yang akan dibagikan setiap orangnya adalah sebesar Rp20 ribu dengan total sebesar Rp48 juta. Sedangkan Rp12 juta untuk uang 'minyak' tim yang bekerja di lapangan," tuturnya.
Sebelumnya Polres Tanah Karo bersama Bawaslu Kabupaten Karo juga mengamankan empat orang tim sukses Calon Legislatif (caleg) dari Partai Gerindra. Para tim sukses ini bertugas membagi-bagi uang untuk memenangkan empat orang Caleg dari Partai Gerindra di pemilu 2019.
Kemudian, Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Paluta, Hariro Harahap bersama 13 orang tim suksesnya juga terjerat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polres Tapanuli Selatan, Senin (15/4). Mereka diduga telah menyiapkan sekitar 4 ribu amplop berisi uang untuk serangan fajar saat Pemilu 2019.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Taufik menduga caleg-caleg Gerinda memang sengaja dibidik di minggu tenang pemilu 2019.
Taufik juga menduga penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya menghambat kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maupun Gerindra di Pilpres 2019.
Ia mengklaim masyarakat sudah meyakini bahwa pasangan Prabowo-Sandi maupun Gerindra akan menang di Pemilu 2019.
"Tapi yakinlah bahwa suara langit, tangan langit sudah ikut campur. Kalau sudah jodoh ingin menang enggak ada yang bisa menghambat," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fnr/dal)