PDIP Sebut Ada Anggota KPU Tak Netral di Pemilu 2019

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 18:43 WIB
PDIP Sebut Ada Anggota KPU Tak Netral di Pemilu 2019 Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengendus ada anggota KPU yang tidak netral di Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) terindikasi memiliki orientasi politik kepada pasangan calon (paslon) tertentu di Pemilu 2019.

KPU RI periode 2017-2022 dipimpin oleh Arief Budiman dan enam anggota. Keenam anggota itu adalah Pramono Ubaid Tanthowi, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, Hasyim Asy'ari, Viryan, dan Evi Novida Ginting Manik. Namun, Hasto tidak menyebutkan secara rinci mengenai siapa komisioner KPU dimaksud. Ia juga tidak menyebutkan komisioner KPU dimaksud berada di tingkatan mana.

"Ada salah satu indikasi dari komisioner KPU yang kami data-data, masih kami kaji, juga punya orientasi politik yang ternyata berpihak kepada pasangan calon tertentu," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (16/4).


Sebelum mengeluarkan tudingan, Hasto mulanya mengingatkan penyelenggara pemilu untuk tidak menyalahgunakan hak dan kewenangannya.

Jika hal itu terjadi, Hasto menegaskan pihaknya tak segan melaporkannya ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP).

"Kami juga mengingatkan siapapun dari penyelenggara pemilu yang menyalahgunakan hak dan kewenangannya ya kami akan laporkan ke DKPP," ujarnya.

Atas dugaan keberpihakan itu, Hasto mengatakan pihaknya tengah melakukan kajian untuk melaporkannya ke DKPP.

"Itu kami sedang melakukan kajian pertimbangkan untuk diajukan ke DKPP tersebut," ujar Hasto.

Di sisi lain, Hasto menyampaikan pihaknya optimistis pasangan calon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin minimal bakal memperoleh 59,8 persen pada Pilpres 2019. Persentase itu, klaim Hasto, sejalan dengan banyak hasil survei selama ini.

"Itu belum dampak dari debat terakhir dan juga rapat umum rakyat yang dihadiri dengan antusiasme yang luar biasa. Belum pernah terjadi dalam sejarah demokrasi kita maka kami meyakini akan naik di atas 58 persen itu," ujarnya.

Sementara untuk PDIP, Hasto memprediksi akan memperoleh suara berkisar 24-32 persen pada Pileg 2019.

Lebih dari itu, Hasto menyampaikan PDIP telah menyiapkan saksi di setiap TPS untuk mengawal kemenangan Jokowi-Ma'ruf dan PDIP. TKN, kata dia, juga saling bekerjasama untuk merealisasikan target yang telah ditentukan.

"Kami meyakini bahwa seluruh target-terget, baik hitung cepat, rekapitulasi akan dapat dilaksanakan dengan baik. Bahkan untuk koordinator di tingkat kecamatan pun sudah kami lakukan pelatihan," ujar Hasto. (fra/wis)