Dalam surat maklumat itu, FPI menyebut kondisi politik saat ini tak menentu. Ormas Islam itu juga menuliskan bahwa maklumat itu bermaksud untuk menjaga keselamatan agama dan keutuhan bangsa. Surat tersebut diketahui ditandantangani langsung oleh Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.
"Menyiapkan kondisi Siaga I untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk. Termasuk di dalamnya adalah membaca segala Hizbun Nashr dan berdoa memohon kepada Allah SWT agar memberikan pertolongan kepada umat Islam, bangsa, dan negara," demikian poin pertama maklumat itu tertulis, Selasa (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengamankan suara pemilih untuk pemenangan capres hasil Ijtima Ulama, termasuk bila diperlukan dengan menjadi saksi di tiap TPS dan PPK."
Meski tidak ikut secara fisik dalam ijtima tersebut, Imam Besar FPI Rizieq Shihab turut memberikan dukungannya kepada Prabowo.
Terlepas dari itu, maklumat ini juga menyertakan poin-poin imbauan lain kepada anggota mereka seperti menjaga dan mengawal kotak suara hingga ke PPK agar tidak terjadi manipulasi mau pun kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif; menjaga dan mengawal keselamatan ulama dan para pemilih yang menjalankan hak politiknya; dan melawan segala bentuk kecurangan dalam Pilpres dan Pileg 2019.