Jokowi Gagal Gerus Suara Prabowo di Jawa Barat

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 17:49 WIB
Jokowi Gagal Gerus Suara Prabowo di Jawa Barat Ilustrasi penghitungan suara. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perolehan suara pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin ternyata takluk dari calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di wilayah Jawa Barat dalam Pemilu 2019. Hal ini memperlihatkan sosok keduanya belum mampu menyalip popularitas pesaingnya.

Berdasarkan hasil hitung cepat, Rabu (17/4), Lembaga Survei Kedai Kopi, Jokowi-Ma'ruf mendapat 41,35 persen suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 58,62 persen suara di Jawa Barat. Data yang masuk sampai pukul 16.10 WIB sebesar 54,45 persen.

Sementara berdasarkan hitung cepat Litbang Kompas, Jokowi-Ma'ruf mendapat 41 persen suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 59 persen. Data yang masuk dalam hitung cepat Litbang Kompas itu sekitar 54,8 persen.


Peneliti Lembaga Survei Kedai Kopi, Kunto A Wibowo menilai kegagalan Jokowi-Ma'ruf mengungguli Prabowo-Sandi di Jawa Barat karena faktor kultural. Menurut Kunto, terdapat ada perbedaan budaya yang mendasar antara masyarakat Jawa dan Sunda.
Kunto menyebut Jokowi merepresentasikan pemimpin Jawa, sedangkan masyarakat Sunda menginginkan citra kepemimpinan yang ada pada diri Prabowo. Ia menilai masyarakat Indonesia masih terpengaruh oleh faktor kultural dalam pertimbangan politik.

"Ini problem kultural. Di Indonesia faktor kultural masih sangat dominan dan menentukan. Akhirnya (menjadi) pertimbangan politik," kata Kunto kepada CNNIndonesia.com, di Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Kunto menyatakan bahwa sentimen negatif masyarakat Jawa Barat kepada Jokowi masih tinggi, seperti hasil pada Pilpres 2014. Dari analisa pihaknya, perbedaan suku Jawa dan Sunda menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi suara Jokowi di Tanah Pasundan.
"Apa yang menjadi penting oleh orang Jawa ternyata juga enggak dianggap penting oleh orang Sunda," ujarnya.

Selain perbedaan suku, kata Kunto isu agama juga mempengaruhi pilihan masyarakat Jawa Barat. Menurut Kunto, terdapat perbedaan Islam secara tradisi di masyarakat Jawa dengan masyarakat Sunda.

"Sehingga Jokowi dipersepsikan tidak cukup Islami bagi orang-orang Jawa Barat," tuturnya.

Dari hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul sementara dari pasangan Prabowo-Sandi. Salah satunya hitung cepat dari Kedai Kopi, Jokowi-Ma'ruf unggul 53,11 persen, sementara Prabowo-Sandi 46,9 persen. Data masuk 57,25 persen.

Hasil hitung cepat berasal dari sejumlah lembaga survei bukan hasil perhitungan resmi. Jumlah suara resmi tetap menunggu perhitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara bertahap dari tingkat TPS sampai nasional.

[Gambas:Video CNN] (fra/ayp)