Prabowo menuding hasil lembaga survei dibuat untuk menggiring opini duet Prabowo-Sandi kalah. Menanggapi pernyataan Prabowo, lembaga survei menantang tim Prabowo untuk membuka data exit poll.
"Dia (Prabowo) keluarkan data versi pollster yang memenangkan dia. Buat saya ini enggak sehat. Buka saja, ada kantor, SDM-nya atau enggak, dan audit semua proses mereka. Kami enggak bohong dan enggak sanggup mengarang 2002 TPS," kata CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, di Jakarta, Rabu (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara exit poll BPN di 5.000 TPS menunjukkan Prabowo-Sandi menang 55,4 persen dan hasil quick count menang 52,2 persen.
"Hari ini ada lagi kejadian seperti itu dan lebih fatal deklarasi kemenangan tanpa data. Menuduh pollster berpihak. Kami mendukung iya, tapi hasil yang keluar profesional," ucap Hasan.
Selain dari Cyrus Network, lembaga survei Litbang Kompas juga menyatakan hasil hitung cepat yang mereka lakukan independen. Hasil survei Litbang Kompas hingga pukul 17.44 WIB dengan total suara masuk 79,75 persen menunjukkan keunggulan Jokowi-Ma'ruf dengan 64,16 persen.
"Memang deploy quick count semua ini tentu sangat costly. Namun karena Kompas merasa tanggung jawab kepada pembaca dan pemasang iklannya inilah pertanggungjawabannya, sehingga seluruh biayanya sendiri. Sehingga tidak ada partisipasi pihak manapun, jadi kami independen," kata Kepala Litbang Kompas Harianto Santoso.
Sedangkan Peneliti LSI Denny JA, Fitri Hari, menyatakan menghormati sikap para kandidat soal hasil exit poll. Namun, dia menyatakan hal itu bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Prinsipnya kami tetap menggangap KPU sebagai otoritas yang menetapkan pemenang Pilpres 2019. Kami bekerja independen," kata Fitri.
[Gambas:Video CNN] (ptj/ayp)