Hal itu menanggapi klaim kemenangan Prabowo-Sandi dalam hitung cepat dan exit poll.
"Dari lembaga-lembaga independen termasuk yang kami lakukan secara internal sekalipun, itu menunjukkan bahwa rakyat memberikan dukungan bagi Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin dengan angka dan selisih yang cukup jauh dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi," ujar Hasto di Kebagusan, Jakarta, Rabu (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Hasto mempredikis Jokowi-Ma'ruf bakal memperoleh suara minimal di Pilpres 2019 sebesar 58 persen. Beberapa sumber suara Jokowi-Ma'ruf di antaranya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, hingga Kalimantan.
Kawal Hasil Pemilu
Hasto meminta anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama seluruh simpatisan untuk mengawal hasil resmi pemilu 2019, meski sejumlah hitung cepat telah menunjukkan keunggulan Jokowi-Ma'ruf.
Hasto menilai pengawalan harus dilakukan agar suara masyarakat di pemilu 2019 terjaga hingga hasil resmi pemungutan suara ditentukan KPU.
"Bagaimanapun juga ini [hitung cepat] baru indikasi, dan dengan indikasi ini juga sebagai instrumen untuk mencegah terjadinya kecurangan pada tahap-tahap selanjutnya," ujar Hasto.
Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga menyebut PDIP bakal meraih suara 23-25 persen dalam pileg 2019. Angka itu muncul berdasarkan hasil exit poll yang dilakukan PDIP.
"Tentu saja ini adalah tanggung jawab kita bersama, dan sekali lagi ini adalah kemenangan rakyat. Mari kita kawal bersama-sama karena tahapan masih kita lalui dan nantinya rekapitulasi manual dari KPU yang akan menjadi penentu," katanya. (jps/osc)