Denny JA: Dukungan Abdul Somad ke Prabowo Too Little Too Late

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 21:11 WIB
Denny JA: Dukungan Abdul Somad ke Prabowo Too Little Too Late Denny JA menilai dukungan Ustaz Abdul Somad kepada calon presiden Prabowo Subianto menjelang pencoblosan tak berpengaruh besar dongkrak elektabilitas. (Dok. Facebook Abdul Somad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Denny JA menilai dukungan Ustaz Abdul Somad kepada calon presiden Prabowo Subianto menjelang pencoblosan tak berpengaruh besar terhadap elektabilitas calon presiden nomor 02 itu. Dukungan UAS disebut founder LSI Denny JA itu sudah terlambat.

"Waktu UAS dukung Prabowo, itu too little to late, efeknya kecil saja," kata Denny JA di kantornya, Jakarta, Rabu (17/3). 

Selain terlambat, Denny JA menambahkan para ulama di Indonesia juga tak punya pengaruh signifikan dalam pemilu. Pengaruh besar ulama hanya terbatas pada kehidupan beragama. 


Dia lantas merujuk hasil pemilu sejak reformasi bergulir. Kata Denny, sejak Pemilu 2004, yang berhasil menang adalah partai-partai nasional seperti PDI Perjuangan, Golkar, dan Partai Demokrat.

Denny mengatakan hal itu menunjukkan pemilih dari kalangan pemeluk Islam tidak mendengarkan ulama terkait pilihan politik mereka di Pemilu.

Adapun faktor-faktor yang melatari kemenangan Jokowi dari Prabowo, salah satunya adalah kepuasan pemilih kepada kerja pemerintah.

Denny mengatakan kerja pemerintahan tidak buruk. Survei LSI menunjukkan kepuasan pemilih terhadap pemerintah Jokowi di atas 65 persen. 

Selain faktor kepuasan terhadap kinerja pemerintah, kemenangan Jokowi juga dipengaruhi oleh kepribadiannya.

Menurut Denny JA pemilih cenderung memilih sosok yang merakyat, lebih akrab dan apa adanya. 

Sebenarnya ini lah situasi yang terjadi. Pemilu sudah berlangsung di luar negeri sejak 100 tahun lalu sehingga dia menjadi sains, ada voting behaviour dan saya mempelajari sampai ke AS," ujar Denny. 

Hitung cepat LSI Denny JA hingga pukul 20.38 WIB masih menempatkan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma'ruf berdasarkan 98,10 persen data yang masuk meraih 55,54 persen, Prabowo-Sandi 44,46 persen.

(aud/wis)