"Belum, belum bisa mengubah situasi. Karena itu [pemilih berdasarkan] emosi," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/4), saat ditanya soal pengaruh para tokoh Islam itu terhadap suara Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moeldoko mengakui perolehan suara Jokowi masih kalah dari Prabowo di wilayah dengan basis pemilih Islam yang kuat seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ma'ruf Amin (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Karena hembusan isu yang diwaspadai dari awal itu, itu memang luar biasa. Semburannya luar biasa," ujarnya.
Moeldoko mengaku mendapat penjelasan dari rekan-rekannya di Aceh bahwa masyarakat di Tanah Rencong itu sudah teguh dengan pendiriannya bila sudah berkaitan dengan agama.
"Aku dibilangin teman-teman di Aceh, 'lu mau ngomongin program sampe mampus juga enggak akan didengerin, karena urusannya sudah agama'," tuturnya.
Moeldoko menyadari tak ada perubahan suara Jokowi yang signifikan dari Pilpres 2014. Mantan panglima TNI itu mengatakan perolehan suara di basis Prabowo akan menjadi bahan evaluasi.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Dari hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei Jokowi-Ma'ruf secara umum mendapat suara pada kisaran 54-55 persen. Sementara hasil Pilpres 2014 secara keseluruhan Jokowi memperoleh suara 53,15 persen.
Namun, saat itu Jokowi kalah telak di sejumlah wilayah. Seperti di Aceh, Jokowi mendapat 45,61 persen, di Sumatera Barat 23,08 persen, di Jawa Barat mendapat 40,22 persen, di NTB hanya memperoleh 27,55 persen, dan di Banten kalah dengan raihan 42,90 persen.
Di NTB, Jokowi kalah telak 24,47 persen berbanding 75,53 persen milik Jokowi; di Aceh Jokowi hanya mendapat 17,13 persen berbanding 82, 87 persen milik Prabowo. Selain itu, Jokowi juga hanya mendapat 37,05 persen suara di Banten, yang merupakan kampung halaman Ma'ruf Amin.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)
Ma'ruf Amin (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi