Said Aqil Minta Umat Islam Percaya Penghitungan KPU

CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 02:57 WIB
Said Aqil Minta Umat Islam Percaya Penghitungan KPU Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama 13 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mengimbau kepada seluruh umat muslim untuk menunggu hasil resmi perhitungan KPU terlebih dahulu, dengan tenang, sabar dan menghindari hal-hal yang inkonstitusional, Jakarta, 19 April 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siroj meminta seluruh umat Islam untuk mempercayai hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurutnya, KPU memiliki sistem yang canggih dan mutakhir, sehingga kecurangan-kecurangan yang dikhawatirkan selama ini kecil kemungkinan untuk terjadi.


"Kita percayakan sepenuhnya kepada penyelenggara KPU, Bawaslu, DKPP. Kkita percaya, kita yakini sistem atau peralatan yang canggih yang tidak mungkin atau jauh dari kemungkinan curang akan tidak jujur. Saya yakin," kata Said di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (19/4).


Lebih lanjut, dia juga mengimbau kepada umat Islam untuk bersabar menunggu hasil rekapitulasi dan hasil resmi yang dilakukan oleh KPU.

Said menyatakan KPU adalah satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan untuk mengumumkan pemenang Pemilihan Umum 2019.

Sikap bersabar, kata Said, bertujuan untuk mencegah perpecahan antar umat Islam. Terlebih kedua kubu yang berkontestasi di Pemilu 2019 telah mendeklarasikan kemenangan.
"Imbauannya ini kita harus sabar, tunggu sampai KPU selesai melakukan rekapitulasi. Dalam perhitungan hasil pemilu jangan buru-buru men-justice," katanya.

Selain itu, Said juga mengimbau umat Islam untuk melakukan rekonsiliasi usai Pemilu 2019. Hal itu, kata dia, dilakukan agar kondisi bangsa Indonesia tetap tenang aman dan damai.

Ia pun meminta kepada umat Islam yang keberatan dengan hasil pemilu untuk menjauhi diri dari cara-cara protes yang inkonstitusional. Said mengingatkan konstitusi telah menyediakan berbagai sarana dan saluran untuk menyatakan keberatan. (sah/wis)