Erick Thohir Kritik Cara Kubu Lawan Merespons Quick Count

CNN Indonesia | Jumat, 19/04/2019 23:36 WIB
Erick Thohir Kritik Cara Kubu Lawan Merespons Quick Count Ketua Tim Kampanye Nasional ( TKN ) Erick Thohir. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menganggap ada ketidakpercayaan yang tanpa alasan dibuat kubu lawan terhadap hitung cepat Pilpres 2019. Ketua TKN Erick Thohir bercermin pada hitung cepat saat Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kalau kita belajar dari kemarin pemilihan gubernur DKI contohnya ketika waktu itu quick count juga diakui sebagai salah satu dasar dan selebrasi langsung dilakukan," kata Erick saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).

Berkaca pada pengalaman itu, Erick mengaku heran dengan reaksi kubu lawan yang kini mendiskreditkan hitung cepat lembaga survei.


"Nah yang aneh itu kan ketika pada saat ini sekarang quick count dipertanyakan, sebelumnya diakui, dan ini menurut saya kita harus terbuka mata dan hati," imbuhnya.


Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto punya pendapat serupa dengan Erick. Hasto menyindir kubu lawan yang pilah-pilih menyikapi hasil hitung cepat. Ia menyinggung sejumlah pimpinan partai politik bahkan mengakui hasil hitung cepat untuk pileg. Namun di saat yang bersamaan mereka justru menolak hitung cepat untuk pilpres.

"Sehingga ironi kemudian kalau quick count kemudian tidak dipercaya," cetus Hasto.

Sekretastis Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menilai mosi tak percaya dari kubu Prabowo-Sandi kepada lembaga survei akan berakibat negatif. Ia pun percaya pelaporan terhadap enam lembaga survei belakangan ini dapat berbuah pahit untuk kubu lawan.

"Itu akan terjadi arus balik, malah yang melaporkan itu yang dituntut balik," pungkas Hasto.


Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku geram dengan hasil sejumlah lembaga survei yang menempatkan dirinya kalah dari paslon petahana. Prabowo menuding data yang disampaikan sejumlah lembaga tersebut dimanipulasi, tidak sama dengan hasil penghitungan yang dilakukan pihak internalnya.

Prabowo kemudian mengatakan bahwa lembaga survei adalah tukang bohong yang sudah tidak bisa lagi dipercaya oleh rakyat. Atas dasar itu, Prabowo meminta agar lembaga survei pindah ke negara atau benua lain, salah satunya Antartika.

"Hei tukang bohong, rakyat tidak percaya sama kalian. Mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kau bisa pindah ke Antartika," tegas Prabowo dalam orasinya di Kertanegara, Jumat (19/4).

[Gambas:Video CNN] (bin/ain)