Emak-emak 'Prabowo' Beraksi di KPU, Kirim Kembang Anti-Curang

CNN Indonesia | Minggu, 21/04/2019 16:17 WIB
Emak-emak 'Prabowo' Beraksi di KPU, Kirim Kembang Anti-Curang Sejumlah relawan emak-emak Prabowo menggelar aksi di depan Kantor KPU. Mereka mengingatkan KPU agar tidak curang dalam Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan emak-emak menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerukan aksi pemilu damai pada Minggu (21/4). Emak-emak ini mengenakan kebaya dalam aksinya, sekaligus memperingati Hari Kartini.

Mereka berasal dari Sekretariat Nasional (Seknas) yang merupakan relawan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Emak-emak ini berkumpul di rumah pemenangan Seknas di Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, pada pukul 13.00 WIB. Mereka menggelar pawai sambil berselawat dan menyanyikan lagu perjuangan ke kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, massa aksi itu tiba di KPU pada pukul 14.15 WIB. Mereka langsung menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini.


"Kami ke sini bukan untuk rusuh tapi untuk berdamai dengan KPU. Untuk menegakkan kejujuran dan kebenaran dalam demokrasi," kata juru bicara kelompok emak-emak ini, Endah Farida.

Emak-emak ini meminta pimpinan KPU tidak berkonspirasi dalam pemilu dan melaksanakan penghitungan suara dengan jujur.

Aksi Emak-emak Prabowo Beri Kembang Anti-curang untuk KPUAksi relawan dari emak-emak kubu Prabowo memberikan bunga kepada KPU sebagai simbol agar penyelenggara pemilu tidak curang. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Endah sebagai perwakilan massa lalu memberikan seikat kembang anti-kecurangan kepada perwakilan KPU.

"Kami memberikan kembang anti-kecurangan untuk KPU. Jika KPU terlibat berarti kematian untuk bangsa ini. Tolong kiranya pimpinan KPU menerima kembang emak-emak ini," tutur Endah.

Mereka menuding KPU melakukan sejumlah kesalahan dalam pelaksanaan dan penghitungan suara. Mulai dari salah input data hingga kecurangan di lapangan.

"Kesalahan terbesar adalah input data. Kecurangan itu juga kami temukan di lapangan. Kami punya data, baik file atau videonya. Kami ingin KPU bertanggung jawab dan menegakkan kejujuran," kata Rahmiyati Agustina, perwakilan emak-emak lainnya.


Dalam aksinya, penyandang disabilitas yakni Osmiyati Perempuan 49 tahun, juga ikut menyuarakan aspirasinya di atas kursi roda. Osmiyati datang dari Pondok Bambu, Jakarta Timur, demi menuntut kebenaran.

"Saya pejuang Prabowo-Sandi dari dulu. Saya ingin kebenaran dan keadilan ada di Indonesia. Suara kita 02 jangan dimanipulasi," ucap Osmiyati yang juga merupakan ketua Disabilitas Kreatif Indonesia.

Aksi Endah, Rahmiyati, Osmiyati, dan emak-emak lainnya berakhir pada pukul 14.45 WIB karena diguyur hujan lebat.


[Gambas:Video CNN] (ptj/pmg)