"Deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh Prabowo-Sandi bersama partai koalisinya sudah sangat tepat, logis, realistis dan argumentatif," ucap Rizieq melalui channel Youtube Front TV pada Minggu (21/4). Kebenaran video tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh Jubir FPI Slamet Maarif.
Rizieq menjelaskan sejumlah alasan mendukung deklarasi tersebut. Menurut dia, pada saat itu, paslon Prabowo-Sandi dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) telah memiliki data suara valid yang diperoleh dari 320 ribu tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Itu] harus segera dihentikan dengan real count," ujarnya.
Karena itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap melanjutkan 'jihad total' dalam memerangi kecurangan. Ia mengajak masyarakat untuk merekam dan mencatat proses perhitungan suara dan mengirimkan ke BPN serta aplikasi yang dibuat untuk pemenangan Prabowo-Sandi.
"Catat, rekam, viralkan. Begitu juga dengan form C1 segera amankan, difoto, disimpan di file tersendiri secara khusus dalam harddisk di tempat yang aman," tuturnya.
Prabowo mengatakan sengaja mendeklarasikan kemenangan ini secara lebih cepat karena mengklaim punya bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan di sejumlah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Di sisi lain sejumlah lembaga survei merilis hitung cepat dan menempatkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada posisi unggul. Sementara hasil resmi penghitungan KPU akan diumumkan pada Mei 2019.
Sementara itu, real count KPU per Senin (22/4) pukul 10.30 WIB sebanyak 119.478 dari 813.350 TPS atau 14,68962 persen, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul dengan 54,86 persen. Prabowo-Sandi sementara itu mendapat 45,14 persen.
[Gambas:Video CNN] (ani/osc)