Namun, kesalahan itu berdampak pada pengurangan jumlah suara dua kubu, baik paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naning mengakui kesalahan yang disebabkan oleh faktor manusia (human error) tersebut telah diperbaiki dan saat ini sudah normal kembali seperti semula.
"Saat pleno di PPK nanti datanya akan kami revisi dan disesuaikan dengan model C1," ujar dia.
Sementara berdasarkan data yang diambil dari situs www.kpu.go.id pada Selasa (23/4), kesalahan input data C1 Pilpres itu terjadi di TPS 19, Kelurahan Baturaja Lama, dan TPS 17 Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.
Di TPS 19 Kelurahan Baturaja Lama, berdasarkan data scan C1 yang ditampilkan situs www.kpu.go.id, tertera jumlah perolehan suara yang diraih paslon nomor urut 02 sebanyak 97 suara.
Sementara di TPS 17 Kelurahan Sepancar Lawang Kulon berdasarkan data scan c1 yang ditampilkan situs www.kpu.go.id, tertera suara yang diraih paslon 01 152 suara dan paslon 02 41 suara.
Namun, data yang masuk di situng KPU mencatat suara Jokowi-Ma'ruf hanya 110 atau berkurang 42 suara, dan Prabowo-Sandi hanya 15 suara atau berkurang 26 suara.
[Gambas:Video CNN] (arh)