Mabes Polri Ungkap Alasan Pengerahan Brimob ke Jakarta

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 18:03 WIB
Mabes Polri Ungkap Alasan Pengerahan Brimob ke Jakarta Mabes Polri mengerahkan personel Brimob dari sejumlah Polda ke DKI Jakarta untuk membantu pengamanan jelang penetapan hasil Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mabes Polri menyebut pengerahan personel Brimob dari sejumlah wilayah ke DKI Jakarta lantaran tahapan pemilu 2019 pascapemungutan suara akan berpusat di ibu kota Republik Indonesia tersebut.

"Artinya betul bahwa anggota Brimob melaksanakan tugas di Jakarta karena seluruh penahapan pemilu terakhirnya adalah di Jakarta, tanggal 22 Mei penetapan hasil pemilihan secara nasional di KPU," tutur Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/4).

Dedi menuturkan setelah pengumuman hasil oleh KPU, personel brimob juga masih bertugas untuk melakukan pengamanan. Dedi menerangkan proses pengamanan tersebut masih akan terus dilakukan sampai pelaksanaan pelantikan presiden dan wakil presiden yang direncanakan pada 20 Oktober 2019.


"Oleh karena itu, kondisi Jakarta harus dalam kondisi yang aman, karena Jakarta barometer nasional, harus aman. Kita harus pastikan seperti itu," tegas jenderal bintang satu tersebut.


Dedi menyampaikan pengerahan pasukan dari berbagai daerah tersebut juga dilakukan karena memastikan keamanan di Jakarta perlu didatangkan personel tambahan dari daerah lain.
Mabes Polri Ungkap Alasan Pengerahan Brimob ke JakartaKaropenmas Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Meski begitu, Dedi menegaskan tak ada status keamanan khusus di Jakarta. Ia mengklaim pergeseran personel tersebut hanya untuk mengantisipasi gangguan keamanan saja.

"Enggak ada (status keamanan), kita mengantisipasi segala macam potensi yang mungkin terjadi, kita tidak boleh underestimate, kita harus tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi," kata Dedi.

Sebelumnya, Mabes Polri mengerahkan pasukan Brimob Nusantara ke Jakarta guna melakukan pengamanan rangkaian kegiatan Pemilu 2019. Pasukan Brimob antara lain dari Polda Kalimantan Barat dan Polda Maluku, masing-masing 200 personel.

Menkopolhukam Wiranto mengatakan penambahan pasukan Brimob dari sejumlah daerah ke DKI Jakarta untuk memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat usai penyelenggaraan Pemilu 2019.

Wiranto menyebut kebijakan tersebut diambil oleh Mabes Polri berdasarkan analisa keamanan dan kerawanan daerah yang perlu diperkuat.

"Untuk apa? Membuat masyarakat tentram dan tidak khawatir terhadap hal-hal yang dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat," kata Wiranto usai sidang kabinet paripurna, di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4).

Mantan Panglima ABRI (sekarang TNI) itu meminta pergeseran pasukan Brimob dari sejumlah daerah ini tak perlu diributkan. Pasalnya, ia menilai pergeseran pasukan dari satu daerah ke daerah yang lain merupakan hal biasa.



(dis/kid)