Ratna Sebut Amien dan Rocky Tak Berhubungan dengan Dakwaan

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 11:31 WIB
Ratna Sebut Amien dan Rocky Tak Berhubungan dengan Dakwaan Terdakwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet mengkritik langkah jaksa yang menghadirkan saksi namun tidak bisa membuktikan dakwaannya.

Menurut Ratna, sejumlah saksi seperti Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dan aktivis Rocky Gerung justru tidak relevan dengan dakwaan.

"(Amien Rais dan Rocky) enggak ada hubungannya (dengan dakwaan). (Kesaksian keduanya) itu kan yang awal, yang sudah saya akui sebagai kebohongan," kata Ratna saat tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, Jakarta, Kamis (25/4).


Ratna menjelaskan dua saksi yang sejauh ini mengarah pada dakwaannya dalam di persidangan hanya pedemo dan polisi.

"Ada (yang berhubungan dengan dakwaan) saksi yang dari pedemo dan polisi," ujarnya.


Pedemo yang memberikan keterangannya sebagai saksi itu adalah Koordinator Aksi Solidaritas Mahasiswa untuk Ratna Sarumpaet, Harjono. Dia hadir sebagai saksi pada sidang yang berlangsung Kamis (11/4).

Dalam keterangannya, Harjono mengaku sempat meyakini bahwa terdakwa kasus hoaks itu benar-benar dianiaya oleh kelompok 01. Ia dan rekan-rekannya kemudian melakukan aksi unjuk rasa di Polda Metro Jaya. Tujuannya, menuntut kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan itu.

Maka itu, Ratna menilai selain pedemo dan polisi, belum ada saksi fakta lainnya yang memberikan keterangan mengarah pada dakwaan.

"Saya enggak tahu (mengarah ke mana), kan saksi fakta lebih ke arah keonaran kan, yang mesti dikejar," tuturnya.


Ratna sendiri menilai keempat ahli yang dihadirkan pada sidang lanjutan kali ini akan memberatkan hukuman yang nanti dijalaninya. "Saksi ahli dari jaksa kan, kalau dari jaksa itu memberatkan dong," ucap dia.

Sementara itu, kuasa hukum Ratna, Insank Naszrudin juga menilai hanya pedemo yang memberikan keterangan sesuai dengan dakwaan. Justru aneh jika pedemo dikaitkan dengan keonaran.

"Kalau pedemo itu dikaitkan dengan keonaran menurut kami itu keliru karena saksi fakta yang dihadirkan saat mendemo itu mereka menjelaskan tidak ada fasilitas yang dirusak, tidak ada bentrokan, pedemo itu juga menyampaikan bahwa ban yang dibakar adalah ban yang sudah disiapkan bukan ban kendaraan di situ," ujarnya di PN Jaksel.

[Gambas:Video CNN] (gst/DAL)