"Tidak ada harapan yang lebih baik di DPR-nya," ucap Ray, dalam Diskusi Evaluasi Pileg dan Potret Parlemen di kantor Formappi, Jakarta, Kamis (25/4).
Lihat juga:Sidang Paripurna Sepi, DPR Minta Dimaklumi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pileg semangat demokrasinya enggak berkembang. Tapi itu boleh jadi terjadi karena memang pemilu serentak ini," kata Ray.
Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Kesembilan partai tersebut adalah PDIP, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, PKS, Partai NasDem, Partai Demokrat, PAN, dan PPP. Parta-partai itu merupakan partai yang sudah lama menghuni DPR.
Di tempat yang sama, Peneliti Bidang Pengawasan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) M Djadijono menyebut keburukan DPR periode 2014-2019 tergambar dari kinerjanya dalam tiga fungsi dewan.
Dari fungsi legislatif, anggota DPR bersama Menteri Hukum dan HAM sebagai perwakilan pemerintah sebelumnya menyepakati 189 RUU dalam Prolegnas Prioritas 2015-2019.
Namun dari jumlah tersebut hanya sedikit yang disahkan dalam periode kerja tersebut.
"Legislasi buruk, itu hanya [disahkan] 25 RUU," ujarnya.
Pemandangan salah satu rapat paripurna DPR yang sepi dari anggota, yakni rapat paripurna penutupan masa persidangan IV 2018-2019, Kamis (28/3). (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra) |
Dalam fungsi anggaran, dia menilai DPR periode saat ini kerap menyetujui tambahan anggaran untuk lembaga yang kinerjanya tidak terlalu signifikan.
Contohnya adalah pada realisasi anggaran TA 2017 di mana anggota DPR hanya mendengarkan dan mengapresiasi serta mendorong kinerja untuk terus ditingkatkan.
"Dari sisi anggaran DPR tidak cukup kritis," ucapnya.
Selain itu, ada anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PPP Romahurmuziy pada 2019.
Dalam fungsi pengawasan, Djajijono menyebut kerja DPR hanya melindungi kepentingannya sendiri lantaran jarang menggunakan hak interpelasi, angket atau pun hak menyatakan pendapat saat tak setuju dengan kebijakan pemerintah.
Ketua DPR Bambang Soesatyo mengaku memperbaiki DPR tak semudah membalikkan telapak tangan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Bentuknya, peluncuran aplikasi DPR NOW, pembuatan Informasi dan Penyiaran Parlemen, hingga menghadirkan Sistem Data dan Informasi Penelitian (SDIP) DPR.
(ani/arh)
Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti. (
Pemandangan salah satu rapat paripurna DPR yang sepi dari anggota, yakni rapat paripurna penutupan masa persidangan IV 2018-2019, Kamis (28/3). (
Ketua DPR Bambang Soesatyo mengaku memperbaiki DPR tak semudah membalikkan telapak tangan. (