Sandiaga Santap Nasi Padang Respons Tagar #BoikotNasiPadang

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 17:21 WIB
Sandiaga Santap Nasi Padang Respons Tagar #BoikotNasiPadang Calon wakil presiden Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyantap masakan Padang di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (26/4) siang.

Santap siang dengan menikmati kuliner asal negeri Minang ini dilakukan Sandi dalam rangka mendukung kuliner daerah yang sebelumnya sempat dikhawatirkan akan sepi setelah muncul tagar #BoikotNasiPadang di media sosial Twitter.

"Ini bagian daripada kita mendukung kuliner restoran Padang yang katanya dikhawatirkan sepi, ternyata rame juga," kata Sandi usai menyantap Nasi Padang.


Dalam kesempatan itu Sandi juga meminta masyarakat agar tak mudah takut apalagi 'baper' dengan isu-isu Pilpres 2019.

Presiden Jokowi saat santap makan nasi Padang di Mall Grand Indonesia, Jakarta, 20 April 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Kata Sandi, siapapun jangan sampai menanggapi isu Pilpres ini dengan sikap kekanak-kanakan.

"Jadi enggak perlu takut, enggak perlu baperan, enggak perlu terbawa isu-isu pilpres. Saya ingatkan kita jangan menanggapi pilpres ini dengan kekanak-kanakan," kata dia.

Ajakan boikot nasi padang tersebar di media sosial beberapa hari lalu. Ajakan yang menjadi viral itu diduga dilatari oleh kekalahan Jokowi-Ma'ruf Amin di Sumatera Barat.

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Indo Barometer, Jokowi hanya meraih 9 persen suara, kalah telak dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uni yang mendapatkan 90,45 persen.

Presiden Jokowi sendiri telah mengajak masyarakat untuk tidak terbawa ajakan boikot nasi padang. Sementara menurut Sandi yang perlu dilakukan saat ini adalah mendukung budaya asli Indonesia. Terutama Nasi Rendang khas Padang.

Sandi pun bersyukur tagar #BoikotNasiPadang tak mempengaruhi orang-orang makan di rumah makan Padang. Menurut dia rumah makan Padang peminatnya belum berkurang.

"Alhamdulillah, saya lihat dengan mata kepala sendiri ternyata masih ramai, jadi enggak usah terlalu khawatir," kata dia. (tst/wis)