Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Perlu Persiapan Matang dan Detail

CNN Indonesia | Senin, 29/04/2019 14:43 WIB
Presiden Joko Widodo meminta jajarannya berpikir jangka panjang dan visioner dalam merencanakan pemindahan ibu kota dalam menyongsong persaingan global. Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan rencana memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke wilayah lain memerlukan persiapan yang matang dan detail. Persiapan pemindahan ibu kota tersebut antara lain lokasi yang tepat dengan memperhatikan aspek geopolitik dan geostrategis, kesiapan infrastruktur pendukung, serta pembiayaan.

Jokowi meyakini jika pemerintah melakukan semua persiapan yang dibutuhkan dengan baik, maka memindahkan ibu kota negara bisa diwujudkan.

"Tapi saya meyakini, insyaallah kalau dari awal kita persiapan dengan baik maka gagasan besar ini akan bisa kita wujudkan," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang 'Tindak Lanjut Rencana Pemindahan Ibu Kota', di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4).


Jokowi menekankan pembahasan rencana pemindahan ibu kota tidak bisa dilakukan dengan rencana jangka pendek dan lingkup yang sempit. Ia meminta jajarannya berpikir secara jangka panjang dan visioner dalam menyongsong kompetisi global.

Jokowi meminta semua pihak juga berpikir tentang Indonesia di masa depan. Ketika semua sepakat Indonesia akan menuju negara maju, maka yang perlu dipertanyakan adalah nasib DKI Jakarta sebagai ibu kota dalam memikul dua beban sekaligus.

"Yaitu sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, dan sekaligus pusat bisnis," ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut beberapa negara telah mengantisipasi perkembangan negaranya dengan memindahkan ibu kota yang menjadi pusat pemerintahan. Contohnya Malaysia, Korea Selatan, Brazil, hingga Kazakhstan.

"Jadi sekali lagi kami ingin berpikir visioner untuk kemajuan negara ini," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, gagasan pemindahan ibu kota sudah lama muncul sejak era Presiden pertama Sukarno. Ia menyebut di setiap era pemerintahan setelah Sukarno, gagasan pemindahan ibu kota pun juga kerap muncul, namun tak pernah dibahas secara mendalam.

"Tapi wacana ini timbul tenggelam karena tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang," ujarnya.

Setelah memberikan sambutan, Jokowi lantas mempersilakan Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyampaikan kajian soal pemindahan ibu kota.

Selain jajaran menteri Kabinet Kerja, hadir juga dalam rapat ini Wakil Presiden Jusuf Kalla. (fra/osc)