Ribuan Pengungsi Banjir Rawajati Keluhkan Bantuan Minim

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 27/04/2019 13:01 WIB
Ribuan Pengungsi Banjir Rawajati Keluhkan Bantuan Minim Korban banjir di salah satu sudut kota Jakarta. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 1.325 pengungsi banjir Rawajati, Jakarta Selatan mengeluhkan minimnya bantuan yang diberikan pemerintah setempat. Ribuan warga mesti mengungsi usai banjir setinggi 2,5 meter menerjang permukiman sejak Kamis (25/4) malam hingga Sabtu (27/4) siang.

Ribuan pengungsi yang tersebar di sejumlah titik mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah secara maksimal. "Bantuan makanan ada, tapi kalau bantuan yang lain belum ada," kata Ketua RT 02 Saiful Anwar saat ditemui di bawah flyover Rawajati, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4) dikutip Antara.

Ketua RW 07, Sari Budi Handayani mengatakan pihak Kelurahan Rawajati dan Dinas Sosial DKI Jakarta sudah memberi bantuan berupa nasi bungkus serta bahan mentah untuk memasak. Namun demikian, jumlahnya masih kurang.


"Dikasih nasi bungkus cuma 200 bungkus, sedangkan kita ada 1.325 jiwa yang mengungsi. Tidak mencukupi. Akhirnya kita mengolah bahan mentah seadanya," Sari menjelaskan.


Menurut Sari, korban banjir mengalami kendala ketika mengelola bantuan bahan mentah. Kendala muncul karena sampai saat ini bantuan air bersih dan listrik belum ada.

"Sudah sering menghubungi pihak terkait dalam hal air bersih tapi sampai saat ini belum datang bantuannya," ujarnya.

Belum adanya bantuan berupa air bersih serta genset sementara untuk menyalakan listrik juga membuat pengungsi tidak bisa membersihkan rumah dari lumpur setinggi pinggang orang dewasa/ Sumbangan karbol 20 liter per RT, tak menjadi solusi dari semua persoalan.

"Air sudah surut, tinggal lumpur sepinggang. Tidak bisa apa-apa karena belum ada air bersih dan penyedot lumpur," kata Yaya, warga Rawajati yang mengungsi di bawah flyover.


Selain air bersih dan genset, para pengungsi juga mengaku membutuhkan bantuan berupa obat-obatan, tenda, dan selimut karena saat ini mereka masih mengungsi di tempat seadanya seperti di bawah flyover Rawajati, Puskesmas Kelurahan Rawajati, dan Komplek BPK.

Kepala Kepolisian Sektor Pancoran, Komandan Polisi Endang Wahyu Kinasih juga mengatakan bantuan masih berupa makanan.

"Semalam saya beserta jajaran Polsek Pancoran mengantarkan makanan dan pada saat nasi bungkusnya langsung dimakan habis. Mereka terlihat sangat kelaparan," katanya saat ditemui di Puskesmas Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan.

Ia melanjutkan, keadaan pengungsi sampai saat ini masih terkontrol hanya saja mereka membutuhkan stok makanan siap saji yang lebih banyak serta obat-obatan.

[Gambas:Video CNN] (ain)