Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jawa Barat Budi Budiman Wahyu mengatakan pihaknya berencana akan membangun hunian sementara tersebut pada lokasi yang sudah disiapkan oleh pihak desa.
"Lokasinya yaitu blok Liung Gunung seluas 3.000 meter persegi dan blok Cimenteng seluas 1 hektare," kata Budiman dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan jumlah pengungsi sementara yang mengungsi di tenda pengungsian 35 kepala keluarga atau 117 jiwa. Mereka ditempatkan di lokasi pengungsian dekat kantor desa.
Budiman juga menyebut bencana tersebut sudah ditetapkan SK Bupati tentang darurat bencana pergerakan tanah.
"Tanggap darurat bencana sudah diberlakukan oleh Pemda Kab Sukabumi sejak 23 April sampai dengan 29 April 2019 dan akan dievaluasi besok pada Rakor PB pukul 13.00," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan Badan Geologi sudah datang untuk melakukan kajian penyebab terjadinya bencana tersebut. "Hasil rekomendasinya akan disampaikan dalam waktu dekat," kata Budiman.
Kejadian bencana pergerakan tanah di Kampung Gunung Batu terjadi pada Rabu, (23/4) pukul 13.00 WIB. Kejadian tersebut dipicu oleh hujan lebat sehingga mengakibatkan tanah tidak stabil.
Data Pusdalops PB BPBD Jabar mencatat dampak tanah bergerak yaitu 69 unit rumah rusak berat, 45 unit rumah terancam serta merusak musala, MCK umum, serta PAUD. (hyg/end)