"Enggak usah malu-malu belajar sama Pak Ahok, contek saja. Minta blueprint-nya agar dilaksanakan dari pada enggak berbuat apa-apa," kata Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Wiliam Yani, saat dihubungi, Selasa (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Yani melihat pada zaman Ahok setiap institusi langsung bekerja masing-masing saat banjir. Saat ini, dia menyebut kurang koordinasi antar-lembaga di DKI dalam mengatasi banjir.
"[Penanganan] banjir ini seperti autopilot, tanpa perintah yang jelas. Koordinasi antar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) jalan enggak? Kalau dulu banjir orang Dinsos, BPBD sudah dateng menanyakan kebutuhan," imbuhnya.
Menurut Yani, Anies harus mengambil tindakan dan tidak hanya menyalahkan banjir kiriman. Anies juga diminta tidak bergantung pada proyek pemerintah pusat yakni waduk di Ciawi dan Sukamahi.
Beberapa hari terakhir, sejumlah titik di Jakarta terendam banjir, seperti Kampung Pulo, Rawajati, Pejaten, hingga Cawang. Namun, air sudah berangsur-angsur surut.
Dalam penjelasannya, Anies mengatakan banjir itu merupakan dampak dari kiriman air dari Bogor. Begitu pula dengan sampah yang masuk ke ibu kota yang membuat keadaan makin banjir.
Anies pun mengatakan DKI bergantung kepada dua waduk yang sedang dibangun. Sebab menurutnya penyelesaian masalah banjir di Ibu Kota harus diselesaikan dari hulu.
[Gambas:Video CNN] (ctr/arh)