Dikutip dari akun Twitter BPBD DKI, data per 27 April pukul 23.59 WIB menunjukkan bahwa wilayah yang terkena banjir mencapai 5 kecamatan, enam kelurahan, 12 RW, dan 34 RT. Wilayah itu berada di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Lihat juga:Dua Warga Tewas Akibat Banjir di Jakarta |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di daerah ini pula tercatat ada satu orang meninggal dunia.
[Gambas:Twitter]
Daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak kedua ialah Jakbar. Yakni, 209 orang dari 44 KK. Mereka tercatat mengungsi di Musala Nurul Muslimin.
Penyebab banjirnya adalah luapan Kali Angke Hulu dan Kali Pesanggrahan.
Berdasarkan data tinggi muka air, pintu air Pos Angke Hulu berstatus Kritis atau Siaga II. Status pos ini menjadi yang tertinggi dibanding pos-pos air lainnya.
Sementara, wilayah Jaksel menyumbang 105 pengungsi dari 22 KK. Mereka mengungsi di Rusun Pengadegan dan TK RIS Remaja. Di wilayah ini pula tercatat sau orang lainnya meninggal dunia.
Untuk penanganannya, BPBD DKI mengaku sudah melakukan penyedotan banjir dengan menggunakan pompa oleh Satgas SDA Kecamatan, pembersihan tali-tali air oleh PPSU, pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup.
"Dan evakuasi korban oleh Disgulkarmat, BPBD, Basarnas, Satpol PP, dan bantuan logistik serta dapur umum oleh Dinas Sosial," tulis BPBD DKI.
"Air bersih dan toilet portable dari DLH dan air bersih dari Palyja," akun tersebut menambahkan.
[Gambas:Twitter]
Sebelumnya, menurut data BPBD DKI per Sabtu (27/4) pukul 18.00 WIB, wilayah yang tergenang banjir mencapai enam kecamatan, 7 kelurahan, 14 RW, dan 40 RT.
Namun, ketinggian air maksimalnya tetap sama. Yakni, 5 cm-40 cm di Jaktim, 5 cm-100 cm di Jaksel, dan 10 cm-110 cm di Jakbar.
Saat itu, jumlah pengungsi pun masih mencapai 1.317 orang dari 338 KK.
[Gambas:Video CNN] (arh)