Titik Banjir di DKI Berkurang, Pengungsi Capai 529 Orang

CNN Indonesia | Minggu, 28/04/2019 05:18 WIB
BPBD DKI Jakarta menyebut jumlah lokasi banjir dan pengungsi akibat bencana tersebut di Jakarta berkurang. Salah satu titik banjir di Jakarta, RW 08 Pejaten Timur Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan jumlah lokasi banjir di Jakarta berkurang.

Dikutip dari akun Twitter BPBD DKI, data per 27 April pukul 23.59 WIB menunjukkan bahwa wilayah yang terkena banjir mencapai 5 kecamatan, enam kelurahan, 12 RW, dan 34 RT. Wilayah itu berada di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Ketinggian air di Jakarta Timur saat itu mencapai 5 cm-40 cm. Sementara, ketinggian air maksimal di Jakbar mencapai 10-110 cm, di Jaksel 5 cm-100 cm.


BPBD DKI juga mencatat jumlah pengungsi sebanyak 529 orang dari 86 Kepala Keluarga (KK). Yang terbanyak ada di Jaktim, yang mencapai 215 orang dari 20 KK. Mereka kebanyakan mengungsi di STIKES Binawan, SD 01, dan Kantor Kelurahan Bidaracina.

Di daerah ini pula tercatat ada satu orang meninggal dunia.

Penyebab banjir di Jaktim sendiri adalah luapan Kali Ciliwung.


Daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak kedua ialah Jakbar. Yakni, 209 orang dari 44 KK. Mereka tercatat mengungsi di Musala Nurul Muslimin.

Penyebab banjirnya adalah luapan Kali Angke Hulu dan Kali Pesanggrahan.

Berdasarkan data tinggi muka air, pintu air Pos Angke Hulu berstatus Kritis atau Siaga II. Status pos ini menjadi yang tertinggi dibanding pos-pos air lainnya.

Sementara, wilayah Jaksel menyumbang 105 pengungsi dari 22 KK. Mereka mengungsi di Rusun Pengadegan dan TK RIS Remaja. Di wilayah ini pula tercatat sau orang lainnya meninggal dunia.

"Penyebab luapan Kali Ciliwung," kicau BPBD DKI.

Untuk penanganannya, BPBD DKI mengaku sudah melakukan penyedotan banjir dengan menggunakan pompa oleh Satgas SDA Kecamatan, pembersihan tali-tali air oleh PPSU, pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup.

"Dan evakuasi korban oleh Disgulkarmat, BPBD, Basarnas, Satpol PP, dan bantuan logistik serta dapur umum oleh Dinas Sosial," tulis BPBD DKI.

"Air bersih dan toilet portable dari DLH dan air bersih dari Palyja," akun tersebut menambahkan.


Sebelumnya, menurut data BPBD DKI per Sabtu (27/4) pukul 18.00 WIB, wilayah yang tergenang banjir mencapai enam kecamatan, 7 kelurahan, 14 RW, dan 40 RT.

Namun, ketinggian air maksimalnya tetap sama. Yakni, 5 cm-40 cm di Jaktim, 5 cm-100 cm di Jaksel, dan 10 cm-110 cm di Jakbar.

Saat itu, jumlah pengungsi pun masih mencapai 1.317 orang dari 338 KK.

[Gambas:Video CNN] (arh)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK