Jokowi Ungkap Syarat Daerah Jadi Ibu Kota Pengganti Jakarta

CNN Indonesia
Selasa, 30 Apr 2019 14:35 WIB
Presiden Jokowi mengisyaratkan calon ibu kota berada di Kalimantan karena posisinya di tengah Indonesia, tidak terlalu jauh dari timur, tidak terlalu ke barat. Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Tangerang, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyebut beberapa syarat sebuah daerah untuk jadi ibu kota negara pengganti Jakarta. Saat ini Pulau Kalimantan kerap disebut untuk jadi wilayah yang bakal menjadi ibu kota baru.

Jokowi meyebut ada tiga daerah yang jadi kandidat ibu kota pengganti Jakarta.

"Ada tiga kandidat, tapi memang belum diputuskan, kami harus cek secara detail," ungkap Jokowi usai berkunjung ke sebuah pabrik sepatu di Cikupa, Tangerang, Banten, Selasa (30/4).


Kendati begitu, Jokowi memberi isyarat bahwa tiga calon ibu kota itu di Pulau Kalimantan. Indikasinya Kalimantan berada di tengah-tengah Indonesia, tidak terlalu jauh dari timur, namun tidak terlalu ke barat.

"Bisa di Sumatera, tapi kok nanti yang timur jauh. Di Sulawesi agak tengah, tapi yang barat kurang (dekat). Di Kalimantan, kok di tengah-tengah ya. Kira-kira itu lah," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengaku enggan membeberkan nama calon ibu kota baru karena pemerintah masih terus melakukan kajian dan pertimbangan terhadap tiga kota tersebut. Khususnya dari sisi daya dukung lingkungan kota, kebencanaan, dan kemungkinan pengembangan kota ke depan.

Dari sisi daya dukung lingkungan, ia menekankan ibu kota baru harus memiliki ketersediaan air hingga energi yang cukup. Kemudian, dari sisi bencana, ibu kota baru nanti diharapkan minim risiko, seperti banjir, gempa bumi, dan lainnya.

Sementara dari sisi kemungkinan pengembangan kota diharapkan pembangunan ibu kota baru bisa dilakukan dengan cepat karena memiliki infrastruktur dasar dan bantuan dari kota pendukung di sekitarnya.

"Semua kami kalkulasi harus dirampungkan dulu nanti disampaikan ke saya, nanti saya putuskan," imbuhnya.

Di sisi lain, ia kembali menekankan bahwa wacana pemindahan ibu kota ini sudah bulat dan jangan diremehkan. Sebab, pemerintah mempertimbangkan kebijakan ini untuk menata Indonesia sampai 100 tahun ke depan, bukan sekadar beberapa tahun mendatang.

"Kami tidak berpikir sekarang saja, kami berpikir 10 tahun, 50 tahun, bahkan 100 tahun yang akan datang. Kami tahu Jawa ini kepadatan penduduknya sudah tinggi," ujarnya.

Bicara kepadatan penduduk, jumlah penduduk di Pulau Jawa tercatat kurang lebih 149 juta jiwa atau sekitar 57 persen dari total populasi masyarakat Indonesia. Untuk itu, pemerintah melihat sudah saatnya ibu kota alias pusat pemerintahan dipindah dari Pulau Jawa.

[Gambas:Video CNN] (uli/osc)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER