"Saat yang bersangkutan ditahan kami akan menunjuk wakilnya (Petrus Simon Tuange) sebagai pejabat sehari-hari agar tidak ada kekosongan," ujar Tjahjo di Mabes Polri, Kamis (2/5).
Mendagri juga meminta Sri Wahyumi Maria Manalip kooperatif dalam menghadapi proses hukum terkait kasus suap proyek pengadaan barang di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019.
"Saya minta kepada saudara Sri Wahyumi untuk kooperatif mengikuti jalannya proses hukum oleh KPK," kata Tjahjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kami sedih, kami prihatin ya. Kami sudah menyerahkan kepada KPK sebagai aparat penegak hukum silakan diproses tetap menggunakan asas praduga tak bersalah," tuturnya.
Selain Sri, komisi antirasuah juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka kasus yang sama. Mereka adalah pengusaha BNL, serta pengusaha BHK.
Ketiganya terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sejak Senin (29/4). Dari OTT itu diamankan sejumlah barang mewah. Barang-barang itu diduga sebagai pemberian suap untuk Sri dari pengusaha.
"Barang bukti yang diamankan bernilai sekitar Rp 513.855.000," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.
Lihat juga:Daftar Kontroversi Bupati Talaud Sri Wahyumi |
Total 513 juta itu terdiri dari berbagai barang mewah, di antaranya tas tangan merek Channel senilai Rp97,3 juta, tas Balenciaga senilai Rp32,9 juta, jam tangan Rolex senilai Rp224,5 juta, Anting berlian Adelle Rp32 juta, cincin berlian Adelle Rp76,9 juta, dan uang tunai Rp50 juta.
KPK langsung melakukan penahanan terhadap Sri Wahyumi dan dua tersangka lainnya. Mereka bakal menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama.
[Gambas:Video CNN] (dis/dea)