"Total penerimaan TKN adalah Rp606,7 miliar. Lalu pengeluarannya itu sebesar Rp601,3 miliar," kata Bendahara TKN Sakti Wahyu Trenggono saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/5).
Trenggono menyebut pengeluaran terbanyak untuk biaya operasional kampanye. Pos anggaran tersebut menyedot biaya Rp597,9 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana kampanye Jokowi-Ma'ruf, ujar Trenggono, berasal dari beberapa sumber. Rinciannya, kata Trenggono, dari parpol-parpol koalisi ada Rp79 miliar, dana sumbangan kelompok sebesar Rp251 miliar.
"Perusahaan sejumlah Rp253,9 miliar, itu terdiri dari 40 perusahaan," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Trenggono tak menampik kucuran dana yang besar dari perusahaan bakal memengaruhi keputusan Jokowi jika terpilih kelak.
"Ya pasti dong (memengaruhi kebijakan kelak), tapi memengaruhi dalam arti positif, untuk kemajuan rakyat supaya bisa hebat," ujar dia.