Said mengatakan itu dalam Multaqo Ulama di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat malam (3/5).
"Damai, tenteram, tenang, hormati satu sama lain. Ada pun Pemilu hasilnya, mari kita tunggu 22 Mei. Kita percaya KPU, Bawaslu, DKPP," ucap Said.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, jangan sampai tercoreng oleh keretakan di masyarakat akibat Pemilu. "Nilai sebuah bangsa adalah akhlak dan budayanya," ucap Said.
"Kita harus optimis, tidak ada ulama yang menakut-nakuti, tidak ulama yang mengintimidasi, tidak ada ulama membuat pesimis," kata Said.
Terlebih, saat ini bulan Ramadan juga akan tiba. Said menilai tidak pantas jika umat Islam saling mencaci maki akibat Pemilu.
Lihat juga:Prabowo-Sandi Menang Besar di Kampung SBY |
"Tidak pantas, tidak layak, kita masih saling caci maki, saling ujaran kebencian. Mari kita hormati bulan suci Ramadan, mari kita buang rasa permusuhan, rasa kebencian. Mari bangun persaudaraan," ucap Said.
Multaqo Ulama, Habaib, dan Cendekiawan Muslim dihelat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (3/5). Acara itu diinisiasi oleh KH Maimoen Zubair, dan Habib Luthfi bin Yahya.
Ada pun tokoh yang hadir antara lain Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, serta beberapa tokoh lainnya. (bmw/end)