Said Aqil: Mari Jaga Kedamaian, Percaya KPU

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 04/05/2019 04:10 WIB
Said Aqil: Mari Jaga Kedamaian, Percaya KPU Ketua PBNU Said Aqil meminta umat Islam menjaga perdamaian hingga KPU merilis hasil resmi, tak ada lagi intimidasi, caci maki, apalagi jelang Ramadan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Ulama (NU) Said Aqil Siroj meminta umat Islam agar menjaga kedamaian hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai melakukan rekapitulasi suara 22 Mei mendatang.

Said mengatakan itu dalam Multaqo Ulama di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat malam (3/5).

"Damai, tenteram, tenang, hormati satu sama lain. Ada pun Pemilu hasilnya, mari kita tunggu 22 Mei. Kita percaya KPU, Bawaslu, DKPP," ucap Said.


Said mengatakan bahwa Indonesia baru saja menghelat Pemilu 2019 dengan lancar, berjalan dengan baik. Menurut Said, Indonesia telah menunjukkan kepada internasional sebagai negara yang dewasa dalam berdemokrasi.


Oleh karena itu, jangan sampai tercoreng oleh keretakan di masyarakat akibat Pemilu. "Nilai sebuah bangsa adalah akhlak dan budayanya," ucap Said.

Said berharap umat Islam juga mesti menjaga persatuan. Islam, tutur Said, mengajarkan hal itu. Islam juga tidak mengajarkan fitnah, provokasi, dan adu domba. Para ulama dan tokoh agama pun harus turut berperan.

"Kita harus optimis, tidak ada ulama yang menakut-nakuti, tidak ulama yang mengintimidasi, tidak ada ulama membuat pesimis," kata Said.

Terlebih, saat ini bulan Ramadan juga akan tiba. Said menilai tidak pantas jika umat Islam saling mencaci maki akibat Pemilu.


"Tidak pantas, tidak layak, kita masih saling caci maki, saling ujaran kebencian. Mari kita hormati bulan suci Ramadan, mari kita buang rasa permusuhan, rasa kebencian. Mari bangun persaudaraan," ucap Said.

Multaqo Ulama, Habaib, dan Cendekiawan Muslim dihelat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (3/5). Acara itu diinisiasi oleh KH Maimoen Zubair, dan Habib Luthfi bin Yahya.

Ada pun tokoh yang hadir antara lain Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, serta beberapa tokoh lainnya. (bmw/end)