Hal tersebut diutarakan Dhani melalui sepucuk surat yang ditulisnya dari balik jeruji Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Sabtu (4/5).
Lihat juga:Ahmad Dhani Diprediksi Gagal Lolos ke DPR |
"Rezim ini rezim licik, semenjak saya nyaleg di Surabaya Sidoarjo di hari itu juga saya dipersekusi di hotel Majapahit tanggal 26 Agustus 2018. Polisi bekerja sama dengan persekutorik berhasil mengusir saya dari Surabaya sore itu," tulis Dhani.
Dhani juga merasa dipersulit jika hendak menggelar acara di Surabaya. Ia menuding Kepolisian sengaja melakukan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat Ahmad Dhani Prasetyo. (Dok. Istimewa) |
Selain itu, Dhani menilai penahanan yang kini dijalaninya sangat merugikan, sebab ia menjadi tak bisa mengawal perolehan suaranya di Dapil Surabaya dan Sidoarjo.
"Hingga akhirnya saya dipenjara tanpa sebab. Hingga akhirnya saya tidak punya kesempatan untuk kampanye bahkan sekalipun. Sampai pada akhirnya saya pun tidak bisa mengawal suara saya di Dapil Surabaya-Sidoarjo," kata Dhani.
Berdasarkan perhitungan real count yang dilakukan lembaga SCG Research and Consulting, Ahmad Dhani diprediksi gagal lolos ke kursi DPR RI.
Berdasarkan data SCG, nama besar dan popularitas Musikus Dewa 19 tersebut ternyata masih tertinggal oleh dua caleg Partai Gerindra DPR RI Dapil I Jatim, Surabaya-Sidoarjo, lainnya.
Perolehan itu berdasarkan data real count TPS yang direkapitulasi oleh Tim SCG dari Kelurahan/Desa dan Kecamatan di Surabaya dan Sidoarjo yang telah mencapai 87% input TPS, Kamis (2/5).
"Hingga rekapitulasi SCG pada Kamis sore (2/5) perolehan Ahmad Dhani berada di kisaran 35 ribu suara, jauh di bawah Rahmat Muhajirin dan Bambang Haryo," ujar Direktur SCG, Didik Prasetiyono, Jumat (3/5) kemarin.
Kondisi tersebut akan makin sulit bagi Dhani, sebab berdasarkan perhitungan pihaknya, Partai Gerindra hanya akan mendapat 1 kursi DPR RI di Dapil Jatim I.
[Gambas:Video CNN] (frd/dea)
Surat Ahmad Dhani Prasetyo. (Dok. Istimewa)