Beberapa barang bukti yang diamankan dari sel yang dirusak yakni balok kayu berukuran 1,5 meter dengan tebal 10x10 sentimeter dan ember yang diduga menjadi pijakan untuk para tahanan tersebut melarikan diri dari dalam sel. Ditemukan juga CCTV yang berada di dalam sel tahanan dalam kondisi rusak.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Selatan Komisaris Besar Supriadi mengatakan, petugas jaga tidak bisa memantau kondisi di dalam tahanan karena CCTV tersebut rusak sejak tanggal 1 Mei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supriadi mengatakan, Polda Sumsel ikut bekerja sama dengan jajaran Polresta Palembang untuk menangkap para tahanan kabur ini. Hingga saat ini, baru 5 dari 30 tahanan melarikan diri yang tertangkap. Sisa 25 tahanan lainnya belum diketahui keberadaannya dan masih dalam pengejaran petugas polisi.
Pihaknya pun belum mengetahui siapa dalang dibalik kaburnya 30 tahanan tersebut. Untuk sementara waktu, pihak kepolisian fokus dalam pengejaran para tahanan yang kabur sebelum menyelidiki cara para tahanan melarikan diri.
"Pengejaran diutamakan, sembari jalan juga penyelidikannya. Kami imbau kepada para tahanan dan keluarganya untuk memberikan informasi dan menyerahkan diri," ujar Supriadi.