Dilansir dari Antara, warga yang datang dari dalam maupun luar Kota Palu silih berganti mengunjungi lokasi pemakaman untuk berdoa dan tabur bunga di Poboya, Mantikulore, Kota Palu.
Isak tangis yang bercampur dengan doa lintas agama dari keluarga para korban bencana alam itu mewarnai ziarah menjelang bulan suci Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan tak sedikit warga yang keluarganya hilang saat bencana alam tersebut dan mengaku belum menerima kabar sampai saat ini. Mereka hanya percaya dan berasumsi bahwa keluarga yang menjadi korban telah disemayamkan di lokasi pemakaman massal itu bersama korban lainya.
Lihat juga:Kerugian Gempa Sulteng Capai Rp18,4 Triliun |
Gempa, tsunami dan likuefaksi di Palu, Oktober 2018 lalu menewaskan lebih dari 2.000 orang dan ratusan lainnya belum ditemukan. Sementara korban luka-luka mencapai lebih dari 4.000 orang.
(antara/lav)