Taufik menyebut temuan C1 itu fitnah bagi kubu Prabowo-Sandi. Kata Taufik, Seknas yang dia ketuai tak pernah sama sekali mengumpulkan C1 dari daerah untuk dikirimkan ke pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN).
"Itu bohong, fitnah. Berita itu sama sekali tidak betul, Seknas tidak pernah mengumpulkan C1, tidak pernah mengirimkan C1 ke BPN," kata Taufik di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengada-ngada itu. Kalau mau bohong pinter dikit lah. Itu dari mulai kop surat sampai jabatan semua enggak asli. M Taufik itu CEO bukan Ketua. Saya gak pernah tanda tangan surat kaya gitu," kata dia.
Ribuan formulir C1 itu berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Tapi menurutnya, isi formulir C1 itu berbeda dengan hasil rekapitulasi di TPS.
"Kok tiba-tiba dibilang itu C1 palsu, kapan konfirmasinya ke Boyolali. Kok kayak Jini oh Jini. Kalau ngibul harus pas ngibulnya," kata dia.
Lebih lanjut, Taufik berencana akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Apalagi kasus temuan C1 palsu ini telah menyeret nama dirinya.
"Kami akan lakukan tindakan hukum, pasti orang fitnah kan harus dihukum," katanya.
[Gambas:Video CNN] (tst/ugo)