Delapan Anggota JAD Ditangkap dalam 4 Hari, 2 Hendak ke Poso

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 16:58 WIB
Delapan Anggota JAD Ditangkap dalam 4 Hari, 2 Hendak ke Poso Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut dua dari delapan anggota JAD Lampung hendak bergabung ke Poso. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri telah menangkap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung selama tiga hari.

Delapan terduga teroris ini ditangkap di daerah yang berbeda yaitu Bitung, Tegal, dan Bekasi, Kamis (2/5), Sabtu (4/5), dan Minggu (5/5).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo penangkapan terduga teroris yang dilakukan pada hari Sabtu (4/5) dan Minggu (5/5) berawal dari penangkapan dua tersangka di Bitung, Sulawesi Utara, yakni RH dan M, pada Kamis (2/5).


"Nah, dari dua kelompok tersebut, terus dilakukan pengembangan pemeriksaan oleh Densus 88, kemudian pada Sabtu dan Minggu ada upaya penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/5).

Dedi juga mengatakan tesangka RH dan M ditangkap pada saat ingin naik kapal dari Bitung menuju Poso.

Lokasi penggerebekan terduga pelaku teroris, di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (5/5).Lokasi penggerebekan terduga pelaku teroris, di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (5/5). (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
"RH dan M akan bergabung ke Poso, kelompok di Indonesia Timur yang digerakkan Ali Kalora. Tapi yang bersangkutan berhasil ditangkap di Bitung, Sulut, pada saat perjalanan mau berangkat naik kapal dari Bitung menuju ke Poso," katanya.

Pada Minggu (5/5), lanjut Dedi, Densus 88 menangkap tiga terduga teroris, yakni MI (32) yang ditangkap di Perumahan Jaka Kencana, Bekasi; IF (19) ditangkap di Jl Dr Ratna Jati Bening, Bekasi; dan T(25) ditangkap di Jl Cluster The California, Bekasi. T terpaksa ditembak karena melempar bom kearah Densus 88.

"[T] ini yang ditangkap oleh Densus melakukan perlawanan dengan melempar bom ini. Sehingga, dilakukan tindakan yang melumpuhkan yang bersangkutan, yang bersangkutan tertembak dan bomnya meledak," tutur Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan barang bukti yang sudah disita oleh pihak Polri diantaranya yaitu ponsel, barang bukti yang diduga sebagai bahan pembuat bom seperti serbuk PP, serbuk gergaji, serbuk campuran pupuk, serbuk korek api, timbangan, cool box, gula, dan sisa uji coba pembakaran.

Selain itu, botol, Tupperware, sarung tangan, pisau, baterai Panasonic, kertas minyak, dan berbagai macam barang bukti lainnya.

"Kemudian satu lagi tersangka yang ditangkap pada hari sabtu kemarin atas nama MC. MC juga barang buktinya tas selempang, ada beberapa uang, kemudian foto-foto, dan ada juga yang bersangkutan juga termasuk ikut dalam membuat bom," tutur Dedi.

Ilustrasi anggota Brimob yang diperbantukan di Densus 88/AT Polri.Ilustrasi anggota Brimob yang diperbantukan di Densus 88/AT Polri. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Diketahui, pada Sabtu (4/5), Polri juga telah mengamankan tiga terduga teroris yakni SL (34) yang ditangkap di Babelan, Bekasi, pada pukul 04.34 WIB; AN (20) di Kecamatan Tambun Selatan pada pukul 08.49 WIB; dan MC (28) ditangkap di Kecamatan Tegal Timur, Tegal, pada pukul 14.30 WIB.

[Gambas:Video CNN] (sas/arh)