Rekap Pemilu KPU Empat Lawang Ricuh, Polisi Lepaskan Tembakan

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 21:59 WIB
Rekap Pemilu KPU Empat Lawang Ricuh, Polisi Lepaskan Tembakan Ilustrasi rekap suara pemilu 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan diwarnai kericuhan dan bentrok antara massa pendukung calon legislatif dengan aparat kepolisian, Selasa (7/5).

Massa pendukung tidak puas dengan hasil rapat pleno dan menuntut adanya penghitungan suara ulang.

Kapolres Empat Lawang Ajun Komisaris Besar Eko Yudi Karyanto mengatakan situasi mulai tidak kondusif saat ada dua orang caleg, yakni Raka Warsih dari Partai Golkar dan Suprianto dari Partai NasDem tidak terima dengan perbedaan hasil pada DA 1 hologram untuk surat suara pileg DPRD Kabupaten.


Hujan interupsi pun mewarnai rapat pleno, dan saksi Partai Golkar dan NasDem mendesak KPU untuk membuka C1 plano, namun pihak KPU dan Bawaslu malah memperdebatkan aturan. KPU hanya bersedia membuka DA 1 dan enggan membuka C1 plano dengan alasan ada tahapan selanjutnya. Selain itu DA 1 plano untuk PAN dan Hanura penuh coretan putih sehingga massa pun semakin memanas.


Keributan tak terelakkan saat caleg yang bersangkutan menggebrak meja dan di luar ruang rapat massa memaksa masuk serta melakukan pelemparan sehingga aparat kepolisian terpaksa melepaskan tembakan peringatan.

"Keributan di dalam ruangan akhirnya berdampak pada mulai parahnya massa pendukung di luar ruangan. Mereka mendobrak pagar tapi dihalau petugas dan melepaskan tembakan peringatan. Massa mulai melempar batu ke arah petugas," ujar dia.

Karena situasi semakin tidak terkendali, polisi kemudian mengamankan para komisioner KPU untuk meninggalkan lokasi rapat ke tempat yang aman. Sementara kepolisian berupaya menenangkan amukan massa.

"Kerusuhan itu berlangsung sekitar 20 menit. Setelah kita berkoordinasi dengan caleg dan perwakilan partai, massa pun tenang dan membubarkan diri hingga situasi kondusif. Tidak ada korban luka dari petugas maupun massa," ujar dia.


Namun rapat pleno pemilu 2019 yang seharusnya bisa diselesaikan hari ini, terpaksa dihentikan dan dilanjutkan esok hari di tempat yang berbeda. KPU Empat Lawang meminjam Gedung Rapat DPRD Empat Lawang agar bisa mengakomodir seluruh tamu undangan.

Namun atas kejadian ini, polisi mempertimbangkan tempat lain untuk menyelenggarakan rapat pleno.

"Setelah kejadian ini, pleno akan lebih diperketat, kita maksimalkan kekuatan pengamanan kita sebanyak 200 orang petugas karena kita khawatir massa pendukung semakin banyak dan semakin anarkis," katanya.

[Gambas:Video CNN] (idz/DAL)