Ada Bibit Siklon Tropis, Waspadai Cuaca Ekstrem Wilayah Timur

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 12:40 WIB
Ada Bibit Siklon Tropis, Waspadai Cuaca Ekstrem Wilayah Timur Ilustrasi cuaca ekstrem. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan ancaman terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Indonesia Timur.

Atas dasar itu, badan itu pun mengimbau kewaspadaan dan kehati-hatian dari dampak yang bisa ditimbulkan hingga potensi gangguan transportasi laut.

BMKG mencatat sejak Senin (6/5) bibit siklon tropis dengan kode 93S terpantau berada di Laut Banda, sebelah selatan Maluku.


'Dari hasil pantauan BMKG, diketahui bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum di pusatnya mencapai 25 knot dan tekanan minimum hingga 1006 hPa,' demikian siaran pers BMKG yang ditandatangani Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R Prabowo yang diterima, Selasa (7/5) malam.


Disebutkan bibit siklon itu diprediksi menguat dan mencapai intensitas siklon tropis dalam 24-48 jam.

Siklon tropis tersebut bergerak mengarah ke Selatan-Barat Daya atau menjauhi wilayah Indonesia.

Meski menjauh, keberadaan bibit siklon tropis 93S itu diprakirakan mengakibatkan kondisi cuaca buruk di beberapa wilayah Indonesia di bagian timur. Cuaca buruk yakni hujan dengan intensitas lebat itu disebut berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian tenggara, dan NTT bagian timur.

'Angin dengan kecepatan di atas 25 knot atau 48 km/jam berpeluang terjadi di NTT, Maluku, dan Papua bagian selatan,' demikian lanjutan siaran pers BMKG.

Selain itu, gelombang dengan ketinggian 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Ambon, perairan selatan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, perairan utara Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian timur, dan Perairan Barat Yos Sudarso.

Selain itu, siklus ini juga diperkirakan bisa menimbulkan gelombang dengan ketinggian 2,50-4 meter di Laut Banda bagian utara, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru bagian tengah.

Gelombang dengan ketinggian 4-6 meter berpeluang terjadi di Laut Banda bagian selatan, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Letti, dan Laut Arafuru bagian barat.

BMKG terus memantau perkembangan bibit siklon tropis ini setiap saat melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta yang bisa diakses masyarakat umum lewat situs resmi badan tersebut.

(kid)