HNW soal Petisi: Memang Kesalahan FPI Apa?

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 15:07 WIB
HNW soal Petisi: Memang Kesalahan FPI Apa? Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid tak setuju dengan petisi yang mendukung izin Front Pembela Islam (FPI) disetop. Hidayat menilai tak ada yang salah dengan ormas besutan Rizieq Shihab tersebut karena tak pernah berbuat hal-hal negatif seperti makar atau separatisme.

Petisi ini dilakukan di situs Change.org dan berisikan ajakan untuk bersama-sama menolak perpanjangan izin ormas tersebut.

"Memang kesalahannya FPI apa? Kesalahan hukumnya kan harus terlihat sangat jelas. FPI tidak pernah mengajak tindakan makar, tidak pernah mengajak tindakan separatisme, tidak pernah mengajak tindakan narkoba, korupsi," kata Hidayat di Gedung Nusantara III, Jakarta, Rabu (8/5).


Wakil Ketua MPR itu menambahkan selama ini FPI sebagai ormas selalu mendukung perbuatan-perbuatan baik seperti pemberantasan narkoba dan korupsi.

Hidayat pun membandingkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menurut dia, tak ada pihak yang mendorong dan membuat petisi pembubaran OPM yang kerap melakukan tindakan-tindakan separatisme.

"Yang jelas membuat huru hara adalah OPM. Kok nggak ada yang bikin petisi bubarkan OPM?" tanya Hidayat.

Hidayat mengaku bukan baru tahun ini petisi setop izin FPI digaungkan. Tahun-tahun sebelumnya pernah terjadi, namun dapat teratasi karena rakyat mengetahui bahwa FPI yang terdepan.

"Kalaupun ada 100 ribu yang menandatangani petisi semacam itu akan ada sejuta lebih yang akan mendukung FPI," ujar Hidayat.

"Jadi menurut saya di negara demokrasi, biarlah semuanya berlaku secara demokratis, tapi juga pergunakan akal sehat," tutur Hidayat.

Diketahui, petisi setop izin FPI di laman Change.org telah ditandatangani lebih dari 100 ribu orang pada Rabu (8/5) pagi. Ira Bisyir selaku pembuat petisi, mengajak masyarakat untuk menolak perpanjangan izin organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu.

Pada pukul 09.15 WIB, petisi tersebut sudah ditandatangani sebanyak 111.710 kali.

Petisi berjudul "Stop Ijin FPI" itu dibuat dua hari yang lalu. Ira menggalang petisi tersebut karena menilai FPI sebagai organisasi kelompok radikal.

"Mengingat akan berakhirnya izin organisasi FPI di Indonesia, mari kita bersama-sama menolak perpanjangan izin mereka. Karena organisasi tersebut merupakan kelompok radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI," demikian bunyi isi petisi tersebut.

[Gambas:Video CNN] (sas/osc)