Istana Buka Kemungkinan Reshuffle Kabinet Usai Lebaran

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 14:40 WIB
Istana Buka Kemungkinan <i>Reshuffle</i> Kabinet Usai Lebaran Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi (kiri) memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istana Kepresidenan membuka kemungkinan pergantian menteri alias reshuffle di Kabinet Kerja usai lebaran. Hal ini disampaikan Johan Budi selaku Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi isu reshuffle belakangan ini.

Menurutnya, sekalipun ada reshuffle kabinet, hal itu akan dilakukan usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. "Kemungkinan bisa saja," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/5).

Kendati begitu, ia enggan memastikan apakah kemungkinan reshuffle itu dilakukan lantaran beberapa menteri Kabinet Kerja terseret kasus korupsi atau sekadar bentuk evaluasi dari Jokowi kepada para menteri.


Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan reshuffle kabinet bisa terjadi ataupun tidak dalam waktu dekat, setelah tiga menteri dikaitkan pada kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Perombakan kabinet, ya Presiden sudah mengatakan bisa iya, bisa tidak. Kami lihat kepentingannya," ujarnya.

Meskipun demikian, Moeldoko berharap tak terjadi perombakan kabinet karena masa kerja pemerintahan Jokowi periode pertama tinggal beberapa bulan lagi. Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan mengakhiri masa kerja pada Oktober 2019.

"Tetapi sekali lagi kalau sudah persoalan hukum, Presiden selalu tidak mau intervensi tentang itu. Tergantung dari berprosesnya, apa yang terjadi sekarang ini," ujarnya.

Tiga menteri yang diduga terseret kasus korupsi yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

Imam diduga terseret dalam kasus suap dana hibah Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI). Selanjutnya, Enggartiasto disebut namanya dalam kasus dugaan suap Rp2 miliar yang dilakukan anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso. Sementara Lukman terseret dalam kasus dugaan jual beli jabatan di kementeriannya.

"Status itu menentukan, sepanjang belum ada status yang jelas. Presiden menekankan supaya ngebut bekerja dengan baik dalam sisa waktu yang ada," katanya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Presiden memiliki penilaian atas capaian saat ini dan membutuhkan tim untuk mengejar target mendatang. "Ditunggu saja penjelasan Presiden (tentang reshuffle)," tuturnya.


[Gambas:Video CNN] (uli/pmg)