Pratikno juga menegaskan tak ada pembahasan soal jajaran menteri kabinet baru seperti tersebar di grup-grup pesan dalam aplikasi WhatsApp.
"Tidak ada pembahasan soal itu. Tidak, tidak, minimal saya tidak tahu. Bahkan ada daftar kabinet sudah beredar di grup WA (WhatsApp), tidak benar," ucap Pratikno di kantornya, Rabu (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, ia juga menyatakan tidak ada tim transisi yang bakal dibentuk untuk memuluskan pergantian kabinet mendatang.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga membantah isu reshuffle yang tengah beredar di masyarakat belakangan ini. Ia mengaku justru baru mendengar hal tersebut dari awak media.
"Saya malah tahu dari wartawan. Sekarang kami fokus kerja, kerja, dan kerja, ini buktinya antar menteri rapat koordinasi," ujar Imam.
Isu reshuffle merebak setelah beberapa menteri Kabinet Kerja terseret kasus korupsi. Isu ini kian mengemuka dipicu pernyataan juru bicara Presiden Johan Budi.
Dia mengungkapkan bahwa Istana Kepresidenan membuka kemungkinan reshuffle menteri Kabinet Kerja usai perayaan Hari Raya Idulfitri 1440 H atau Lebaran 2019.
"Kemungkinan bisa saja," ucapnya kepada CNNIndonesia.com.
Beberapa menteri yang terseret kasus korupsi antara lain Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, hingga Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Imam terseret kasus dugaan suap dana hibah Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI). Namun, ia mengaku tidak khawatir bila dugaan keterlibatannya dalam kasus yang melanggar hukum akan membuatnya tersingkir dari kabinet.
"Sebagai menteri itu melaksanakan tugasnya, yaitu kerja, kerja, dan kerja. Meskipun bulan puasa, meskipun Idulfitri, tetap harus kerja," ucapnya. (uli/wis)