Hal itu diketahui dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Jabar, Bandung, Rabu (8/5). Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah pertama yang dihitung dalam rapat pleno rekapitulasi kali ini.
Lihat juga:KPU Mulai Rekapitulasi Suara Nasional Besok |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah anggota KPU membacakan hasil rekapitulasi, semua saksi, baik kubu 01 maupun 02, sepakat tidak ada keberatan dari hasil rekapitulasi.
Isu kecurangan KPU pada Pemilu 2019 digadang-gadang oleh kubu 02, seperti yang terjadi dalam demo di depan kantor KPU, 26 April. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Namun, mantan Ketua KPU Kota Bandung itu menuturkan dari rekapitulasi Kabupaten Tasikmalaya ditemukan selisih angka data pemilih. Selisih tersebut ada pada DPT tambahan (DPTb) di dokumen.
"Ada yang ditemukan DPT tambahan di dokumen misalnya 877, tapi pas disampaikan ada 876. Selisih satu ini yang harus diperbaiki dan dijelaskan. Tapi untuk hasil tidak ada masalah, artinya ini kan sudah sama," ujarnya.
Berdasarkan jadwal yang dirilis KPU, rapat pleno hari pertama akan merekapitulasi enam kota dan kabupaten. Setelah kabupaten Tasikmalaya, rekapitulasi dilanjutkan untuk Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Sumedang.
Menurut Rifqi, rekapitulasi penghitungan suara akan dihentikan sesuai jadwal yakni pukul 17.30 WIB.
"Jadi, kita juga mengantisipasi kejadian-kejadian yang sudah terjadi di kota/kabupaten maupun di PPK kalau terus-menerus dilakukan proses rekapitulasi, khawatir banyak yang mengalami sakit. Selesai tidak selesai harus berhenti pukul itu," kata Rifqi.
Capres Prabowo Subianto (kiri) dan capres Jokowi (kanan). (REUTERS/Darren Whiteside) |
"Untuk daerah yang sudah menyampaikan sekitar 23. Ada empat yang belum, Kota dan Kabupaten Bekasi serta Kota dan Kabupaten Bogor. Tapi kita tunggu secepatnya, karena sampai 12 Mei batas rekapitulasi suara paling molor," kata Rifqi.
[Gambas:Video CNN] (hyg/arh)
Isu kecurangan KPU pada Pemilu 2019 digadang-gadang oleh kubu 02, seperti yang terjadi dalam demo di depan kantor KPU, 26 April. (
Capres Prabowo Subianto (kiri) dan capres Jokowi (kanan). (