Ratusan Napi Lapas Narkoba di Langkat Kabur Usai Kericuhan

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 20:23 WIB
Ratusan Napi Lapas Narkoba di Langkat Kabur Usai Kericuhan Ilustrasi penjara. (Istockphoto/chinaface)
Medan, CNN Indonesia -- Sekitar 200 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara melarikan diri usai kericuhan, Kamis (16/5).

Para napi Lapas yang berada di Jalan Simpang Farm Desa Domba, Kecamatan Hinai tersebut kabur dengan cara menjebol bangunan serta membakar sejumlah sepeda motor dan mobil.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto mengonfirmasi hal tersebut. Ia pun mengatakan polisi saat ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mencari para warga binaan yang kabur tersebut.


"Di lapangan tentunya anggota sudah tahu ancamannya, dan tidak perlu diperintah," tegasnya.

Selain itu, Polda Sumut dan jajaran akan melakukan razia secara ketat dengan memeriksa pengendara dan penumpang umum serta barang bawaan di wilayah perbatasan untuk mencegah para napi keluar dari Kabupaten Langkat.

"Kita sudah perintahkan anggota di lapangan melakukan razia untuk mencegah kaburnya (ke luar Langkat) para napi itu," jelasnya.

Kapolda mengingatkan agar para napi yang kabur segera menyerahkan diri. Dia meminta agar para napi menjalani sisa hukuman mereka di lapas.

"Kabur tidak akan menyelesaikan masalah, tapi justru malah menambah masalah baru. Sebaiknya jalani sisa hukuman. Jadi serahkan diri, daripada menyesal belakang hari," ungkapnya.

Sejauh ini, koordinasi dengan Lapas Narkotika Hinai Langkat sudah dilakukan. Hal ini untuk mempermudah pengejaran para napi yang melarikan diri, termasuk identitas dan ciri-cirinya.

"Pendataan para napi yang melarikan diri sudah dilakukan, supaya dapat segera ditangkap kembali," katanya.

Sementara itu, seperti dikutip dari Antara, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan mengatakan sudah ada 30 napi yang berhasil diamankan.

"kita titip di rumah tahanan negara Tanjungpura dan Polsek Hinai," kata Doddy.

Ia menjelaskan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut terdapat 1.600 narapidana, 215 merupakan tahanan perempuan.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab para napi tersebut melakukan pembakaran. Namun, sempat beredar kabar kerusuhan itu diawali pertengkaran antara napi dengan sipir (petugas) lapas.

Pertengkaran diduga oleh aksi sipir yang melakukan kekerasan saat menindak napi yang menggunakan ponsel. Hal tersebut memicu emosi napi lainnya dan kemudian terjadi kerusuhan.

"Pemicu dari kejadian dan peristiwa itu dikarenakan perbedaan pendapat antara narapidana dengan petugas lembaga pemasyarakatan sehingga peristiwa ini terjadi," sambung Doddy.

Kebakaran di lapas terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, namun sekitar pukul 16.30 WIB, api yang sempat menyelimuti lapas berhasil dipadamkan.


[Gambas:Video CNN] (fnr/kid)