Hal itu merespons imbauan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono agar pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tidak membayar pajak sebagai bentuk protes atas dugaan kecurangan pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Arya meminta seluruh staf anggota Fraksi Gerindra juga tidak diberikan gaji oleh DPR.
Politikus Perindo ini mengaku bukannya tidak menaruh rasa kasihan kepada anggota dan staf Fraksi Partai Gerindra di DPR terkait imbauannya itu. Ia hanya menilai hal tersebut adalah konsekuensi atas sikap Gerindra yang meminta pendukung Prabowo-Sandi tidak membayar pajak.
"Konsekuensi dong," ucap Arya.
"Nginjak aja enggak boleh, bos, karena ketika lu nginjak kaki di jalan raya itu udah bayar pajak," ujarnya.
Sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyuono menyerukan kepada pendukung paslon 02 dalam Pilpres 2019 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tidak membayar pajak kelak karena menilai ada kecurangan dalam pemilu 2019.
Menurut dia, hal itu sebagai bentuk penolakan pengakuan terhadap hasil resmi pemilu yang ditetapkan KPU.
"Tolak bayar pajak kepada Pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui Pemerintahan hasil Pilpres 2019," ujar Arief Poyuono melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (15/5).
(jps/arh)